Menu

Mode Gelap
 

Kabar Cilacap · 16 Nov 2025 06:51 WIB

Dengan Dukungan Anjing Pelacak, Pencarian Korban Longsor Cibeunying Terus Dilakukan


					Dengan Dukungan Anjing Pelacak, Pencarian Korban Longsor Cibeunying Terus Dilakukan Perbesar

CILACAP, Kabarjateng.id – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga Sabtu (15/11/2025) sore, tim SAR gabungan yang terdiri dari Polresta Cilacap, Polda Jawa Tengah, Basarnas, TNI, BPBD, serta relawan dan dibantu Unit K9, berhasil menemukan delapan jenazah tambahan dari balik tumpukan material longsoran.

Dengan temuan terbaru ini, total korban tewas yang telah berhasil dievakuasi mencapai 11 orang. Sementara itu, 12 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari peran delapan anjing pelacak dari Unit K9 Polda Jateng dan polres jajaran yang disebar sejak pagi hari.

Mereka diterjunkan untuk melakukan pelacakan di empat sektor yang dianggap paling berpotensi menjadi titik terkumpulnya korban, utamanya di area B1 dan B2.

Lokasi tersebut merupakan kawasan yang terdampak langsung oleh longsoran besar dan diperkirakan menjadi tempat banyak warga terjebak.

Selain itu, penyisiran di sepanjang bantaran sungai—yang sebelumnya merupakan kawasan pemukiman—juga terus dilakukan secara intensif.

Setiap titik yang direspons kuat oleh anjing pelacak langsung ditindaklanjuti petugas dengan penggalian manual serta penggunaan alat bantu ringan.

Proses ini dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi material longsor mulai mengeras setelah hujan berhenti. Berkat kerja sistematis tersebut, jenazah demi jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Seluruh temuan korban kini ditangani oleh Tim DVI Polda Jateng untuk proses identifikasi.

Kondisi jasad yang tidak utuh akibat tekanan dan gesekan material longsor membuat proses identifikasi memerlukan ketelitian ekstra.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja siang dan malam tanpa henti sejak bencana terjadi.

Ia menegaskan bahwa kemampuan Unit K9 sangat membantu mempercepat penemuan titik-titik penting yang mengarahkan pada lokasi korban.

“Kerja keras semua pihak patut diberi penghargaan. Unit K9 benar-benar memberikan kontribusi besar dengan ketajaman penciumannya, sehingga petugas dapat menemukan area yang menjadi kunci dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Artanto juga menyampaikan rasa duka mendalam atas ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia. Dari total 28 warga terdampak, lima orang berhasil selamat dan sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Dari 23 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, sebelas telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 12 lainnya masih dalam pencarian.

“Korban selamat mendapat pendampingan medis dan psikologis melalui tim trauma healing yang sudah kami kerahkan. Kami berharap keluarga korban diberi kekuatan menghadapi musibah ini. Polda Jateng bersama seluruh pihak akan terus bekerja maksimal hingga semua warga yang hilang berhasil ditemukan,” pungkasnya. (ajp)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

12 Maret 2026 - 14:51 WIB

Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

12 Maret 2026 - 14:33 WIB

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Trending di Hukum & Kriminal