Menu

Mode Gelap
 

Kabar Brebes · 17 Mei 2026 13:02 WIB

Final Arsyila Farm Cup Championship 2026 Semarak di Brebes


					Final Arsyila Farm Cup Championship 2026 Semarak di Brebes Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Antusiasme pecinta sepak bola memadati Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes, saat Grand Final Arsyila Farm Cup Championship 2026 berlangsung pada Sabtu (16/5/2026).

Suasana turnamen sepak bola akar rumput itu semakin meriah dengan hadirnya pelatih nasional Indonesia, Indra Sjafri, yang menyaksikan langsung laga puncak sekaligus bersilaturahmi dengan insan sepak bola di wilayah Brebes selatan.

Kehadiran pelatih yang sukses melahirkan banyak pemain muda Tim Nasional Indonesia itu menarik perhatian masyarakat, pemain, pelatih, hingga pegiat sepak bola lokal.

Momentum tersebut juga membuka ruang diskusi tentang pentingnya pembinaan usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sepak bola nasional.

Duel Sengit Bambu Kuning dan Ceisya Jaya Farm

Pada partai final, Bambu Kuning menghadapi Ceisya Jaya Farm dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim langsung tampil menyerang demi merebut gelar juara perdana turnamen tersebut.

Setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir, pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.

Bambu Kuning akhirnya keluar sebagai juara setelah unggul dalam drama tos-tosan yang menegangkan.

Indra Sjafri Soroti Pentingnya Pembinaan Usia Dini

Usai pertandingan, Indra Sjafri menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan sepak bola usia muda di daerah, khususnya di Kabupaten Brebes.

Dalam konferensi pers di Grand Dian Hotel Bumiayu, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pemain muda yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, pembinaan sepak bola nasional tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar.

Daerah seperti Brebes menyimpan banyak talenta potensial yang membutuhkan perhatian serta sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Potensi pemain muda Indonesia sangat besar dan tersebar di 38 provinsi. Saya melihat atmosfer sepak bola di daerah seperti Bumiayu ini sangat baik. Anak-anak memiliki semangat bermain yang tinggi, masyarakat juga antusias mendukung. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan,” ujar Indra Sjafri.

Lima Pilar Fondasi Sepak Bola Nasional

Pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia meraih berbagai prestasi di level usia muda itu menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak bisa berjalan secara instan.

Berdasarkan pengalamannya menangani Timnas U-16 hingga U-23, ia menyebut ada lima pilar utama yang harus menjadi dasar pembangunan sepak bola nasional.

Kelima aspek tersebut meliputi infrastruktur, kurikulum pembinaan, pengembangan pelatih, pengembangan pemain, serta kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan.

Ia menilai seluruh elemen tersebut saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Perkembangan sepak bola nasional akan sulit tercapai apabila hanya fokus pada satu sektor, sementara aspek lain terabaikan.

“Infrastruktur yang saya maksud bukan hanya membangun stadion besar. Yang paling penting adalah menyediakan lapangan latihan yang mudah diakses anak-anak untuk bermain dan bergerak.

Calon atlet harus tumbuh dengan aktivitas fisik yang baik sejak usia dini. Dari situlah fondasi kemampuan sepak bola mereka terbentuk,” katanya.

Seleksi Pemain Harus Objektif dan Profesional

Selain infrastruktur, Indra juga menyoroti pentingnya kualitas pelatih dalam membentuk karakter dan kemampuan pemain muda.

Menurutnya, pemain usia U-15 hingga U-23 membutuhkan pendampingan dari pelatih yang kompeten, memahami perkembangan pemain muda, serta memiliki wawasan sepak bola modern.

Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi pemain harus berjalan profesional dan objektif, tanpa dipengaruhi kedekatan pribadi maupun pilih kasih.

“Jangan ada pilih kasih dalam pembinaan pemain. Semua harus berdasarkan kualitas dan kemampuan.

Anak-anak muda membutuhkan ruang kompetisi yang sehat dan objektif. Kalau proses pembinaan dilakukan secara benar, saya yakin daerah seperti Brebes juga bisa melahirkan pemain untuk level nasional,” tegasnya.

Turnamen Jadi Wadah Lahirnya Bibit Unggul

Indra Sjafri juga mengapresiasi penyelenggaraan Arsyila Farm Cup Championship 2026 yang mampu menjadi wadah positif bagi lahirnya bibit-bibit pesepak bola potensial dari daerah.

Menurutnya, turnamen seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaga atmosfer kompetisi usia muda sekaligus menjadi sarana pencarian bakat bagi klub maupun pelatih.

Ia berharap penyelenggaraan kompetisi ke depan dapat berkembang lebih besar, baik dari sisi jumlah peserta maupun format pertandingan, sehingga para pemain memiliki jam terbang lebih tinggi.

“Ke depan jangan hanya 32 tim dengan sistem gugur. Jumlah peserta bisa diperbanyak agar semakin banyak pemain muda mendapat kesempatan tampil dan berkembang. Kompetisi usia muda sangat penting karena dari situlah mental bertanding pemain terbentuk,” ujarnya.

Panitia Bersyukur Turnamen Sukses Digelar

Ketua Arsyila Farm Cup Championship 2026, Samsul Khaerudin, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan turnamen yang untuk pertama kali berlangsung di Lapangan Asri Bumiayu.

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut begitu tinggi sejak awal kompetisi hingga partai final.

Menurutnya, Arsyila Farm Cup bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpemain, klub, dan masyarakat pecinta sepak bola di wilayah Brebes selatan.

“Kami bersyukur turnamen ini berjalan lancar dan mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat,” ujar Samsul.

Agen Agung Apresiasi Atmosfer Sepak Bola Tarkam

Tokoh sepak bola tarkam nasional, Agen Agung, turut mengapresiasi atmosfer dan kualitas penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menurutnya, kompetisi seperti Arsyila Farm Cup memiliki peran penting dalam menjaga gairah sepak bola daerah sekaligus menjadi ruang lahirnya pemain-pemain potensial.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat membuktikan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Turnamen seperti ini sangat positif karena menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Atmosfernya luar biasa, masyarakat juga sangat antusias. Ini menjadi bukti bahwa sepak bola daerah masih hidup dan punya masa depan yang baik jika terus didukung bersama,” ungkapnya. (wb)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

BPBD Jateng Percepat Penutupan Tanggul Jebol Sungai Silandak, Siapkan Solusi Permanen

17 Mei 2026 - 09:51 WIB

Jawa Tengah Pecahkan Rekor Nasional Koperasi Merah Putih

16 Mei 2026 - 22:13 WIB

Polres Jepara Gelar Panen Raya Jagung dan Ikuti Groundbreaking Gudang Pangan Polri

16 Mei 2026 - 21:55 WIB

Polres Demak Panen Raya Jagung, Empat Ton Hasil Panen Masuk ke Bulog

16 Mei 2026 - 21:15 WIB

Jalan Citarum Akan Dibeton, Pemkot Semarang Siapkan Perbaikan Jangka Panjang

16 Mei 2026 - 10:47 WIB

Desak Pemberhentian Kades, Warga Banjaranyar Sampaikan Aspirasi ke Bupati Banyumas

16 Mei 2026 - 09:48 WIB

Trending di Daerah