BOYOLALI, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau Masjid Jami’ Jalaluddin Masrosyid di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang hangus terbakar beberapa waktu lalu.
Ia menilai masjid di Boyolali tersebut memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat.
Pada Kamis siang, 26 Maret 2026, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu datang bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin.
Keduanya bertemu warga sekaligus menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat pascakebakaran.
Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Bangunan Utama
Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.
Dugaan awal menyebut korsleting listrik memicu api hingga dengan cepat melalap bangunan utama yang sebagian besar berbahan kayu.
Saat ini, hanya area tempat wudhu berbahan tembok yang masih berdiri.
Warga setempat kini memanfaatkan tenda darurat di halaman masjid sebagai lokasi sementara untuk beribadah.
Mereka tetap menjalankan aktivitas keagamaan agar berjalan normal meski fasilitas terbatas.
Madrasah Ikut Terdampak
Kebakaran juga merusak Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di belakang masjid. Kerusakan pada bagian atap mengganggu kegiatan belajar mengajar para santri.
Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran langsung Wakil Gubernur di wilayahnya.
Ia menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah terpencil.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran beliau. Ini menjadi bukti kepedulian pemerintah kepada warga di pelosok,” ujarnya.
Bantuan dan Rencana Pembangunan Ulang
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menawarkan langkah nyata untuk pemulihan.
Ia langsung menghubungi rekan kontraktor guna membantu perbaikan atap madrasah yang membutuhkan dana sekitar Rp36 juta.
Pemerintah desa kini menyusun proposal pembangunan ulang masjid.
Rencana ke depan, masjid akan berdiri secara permanen dengan struktur beton dan desain dua lantai, dengan estimasi anggaran mencapai Rp3,7 miliar.
“Beliau siap membantu secara maksimal agar masjid bisa berdiri kembali,” kata Kusmanto.
Warga Kesulitan Memadamkan Api
Takmir masjid, Muhammad Toha, menjelaskan api muncul secara tiba-tiba saat warga masih beristirahat.
Keterbatasan peralatan serta jarak yang jauh dari akses pemadam membuat warga tidak mampu mengendalikan api hingga kobaran semakin besar.
Kepala Madrasah, Sufyani, menyebut kejadian ini sebagai musibah besar, terlebih bangunan madrasah baru saja direnovasi dua tahun lalu.
“Masjid ini sudah berusia lebih dari satu abad dan menggunakan kayu jati, sehingga api cepat merambat,” jelasnya.
Bantuan Tunai dan Sembako
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyerahkan bantuan total Rp80 juta.
Rinciannya, Rp30 juta berasal dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin.
Selain itu, warga terdampak juga menerima puluhan paket sembako.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan serta mendukung kembali aktivitas ibadah dan pendidikan di lingkungan masjid dan madrasah. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.