BOYOLALI | Kabarjateng.id – Polsek Andong turut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) penyusunan studi kelayakan pembangunan Sub Terminal Tipe C di Kecamatan Andong.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Kamis (9/7/2026), menjadi forum untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak terkait rencana pembangunan tersebut.
FGD dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Boyolali Eko Budi Ristiyanto, Tim Bapperida Kabupaten Boyolali, perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Forkopimcam Andong, kepala desa, operator angkutan, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta tim konsultan penyusun studi kelayakan.
Dalam forum itu, peserta membahas berbagai aspek yang menjadi dasar penyusunan studi kelayakan, mulai dari kebutuhan masyarakat, aksesibilitas transportasi, dampak terhadap lalu lintas, hingga potensi pengembangan kawasan.
Sejumlah lokasi alternatif di Desa Andong, Beji, Mojo, dan Kacangan turut dikaji sebagai kandidat pembangunan sub terminal.
Kapolsek Andong AKP Manto menegaskan dukungan Polri terhadap program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Sub Terminal di Kecamatan Andong diharapkan mampu meningkatkan pelayanan transportasi, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa Polsek Andong siap mengawal seluruh tahapan pembangunan, baik melalui dukungan dalam kegiatan sosialisasi maupun pengamanan selama proses berlangsung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Tim Bapperida Kabupaten Boyolali menjelaskan bahwa penyusunan studi kelayakan masih memasuki tahap awal berupa pengumpulan data, masukan, dan aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Hasil pembahasan dalam FGD akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi yang paling tepat sesuai kebutuhan masyarakat serta arah pengembangan wilayah.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Melalui proses kajian yang komprehensif, pembangunan Sub Terminal Andong diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi, memperkuat aktivitas ekonomi, serta mendukung pembangunan kawasan Boyolali bagian utara. (ar)






