Menu

Mode Gelap
 

Kabar Boyolali

Jateng Perkuat Infrastruktur Air untuk Hadapi Kemarau dan Jaga Produksi Pangan

badge-check


					Jateng Perkuat Infrastruktur Air untuk Hadapi Kemarau dan Jaga Produksi Pangan Perbesar

BOYOLALI | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pemerintah kabupaten di kawasan Solo Raya berupaya memperkuat sektor pertanian guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur sumber daya air serta berbagai strategi mitigasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Subosukowonosraten yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026).

Dalam forum itu, para kepala daerah menyampaikan berbagai kebutuhan untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan bahwa daerahnya masih mampu mempertahankan surplus produksi beras.

Meski demikian, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah yang selama ini menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional.

Menurutnya, wilayah yang mengandalkan sektor pertanian menghadapi tantangan berbeda dibanding daerah industri.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan khusus agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan petani semakin termotivasi meningkatkan hasil panen.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyoroti pentingnya pembangunan embung dan optimalisasi jaringan irigasi sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menjalankan program pembangunan 1.000 sumur pantek yang ditargetkan selesai dalam lima tahun.

Program tersebut telah menunjukkan progres signifikan dengan ratusan sumur yang telah dibangun dalam dua tahun pertama pelaksanaannya.

Di Boyolali, persoalan irigasi juga menjadi perhatian utama. Bupati Agus Irawan menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah lahan pertanian yang belum memperoleh pasokan air secara optimal, sehingga frekuensi panen petani masih terbatas.

Melalui peningkatan jaringan irigasi, produktivitas lahan diharapkan meningkat dan mampu mendukung panen hingga tiga kali dalam setahun.

Selain persoalan air, petani di kawasan lereng Merapi dan Merbabu juga menghadapi gangguan hama berupa kera liar yang kerap merusak tanaman pertanian.

Di sisi lain, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto menyebut kondisi ketahanan pangan di wilayahnya relatif aman. Surplus beras yang cukup besar serta ketersediaan cadangan pangan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak El Nino melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa sektor pertanian dan ketahanan pangan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menyebut Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan pangan nasional dengan kontribusi produksi yang sangat besar.

Untuk menghadapi musim kemarau, Luthfi meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera memetakan wilayah rawan kekeringan, kondisi sumber air, kebutuhan irigasi, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Pemerintah provinsi juga telah berkoordinasi dengan TNI guna memperkuat program pipanisasi dan pembangunan sumur di daerah yang membutuhkan.

Selain itu, Polri akan dilibatkan dalam distribusi air bersih menggunakan armada tangki guna membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Pemerintah provinsi juga mengingatkan petani agar tidak menggunakan aliran listrik untuk mengendalikan hama tikus karena berisiko menimbulkan kecelakaan.

Terkait gangguan kera liar yang meresahkan petani, Pemprov Jawa Tengah berencana berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memperkuat upaya penanganan satwa tersebut secara aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan infrastruktur air, Jawa Tengah optimistis mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama Indonesia sekaligus menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jelantah Jadi Rupiah Resmi Diluncurkan di Jateng, Warga Bisa Jual Minyak Bekas Rp7.000 per Liter

17 Juli 2026 - 23:27 WIB

Satlantas Polres Jepara Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas dan Cegah Bullying kepada Siswa MI Mambaul Masholih

17 Juli 2026 - 21:16 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Panen Raya TNI, Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

17 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lansia Ditemukan Meninggal di Persawahan Margasari, Polisi Lakukan Evakuasi dan Penyelidikan

17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Dukung UMK Lokal Tembus Pasar Nasional Lewat INACRAFT Festival 2026

17 Juli 2026 - 17:35 WIB

Porprov Jateng 2026 Masuki Tahap Akhir Persiapan, Sistem Si Sakti Hadirkan Hasil Pertandingan Secara Real-Time

17 Juli 2026 - 17:24 WIB

Trending di KABAR JATENG