BANJARNEGARA, Kabarjateng.id — Upaya pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara kembali membuahkan hasil.
Pada Kamis siang, 20 November 2025, tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah tambahan di dua titik berbeda, yakni sektor C.2: 1 orang dan A.2: 2 orang.
Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 10.40 WIB, disusul temuan kedua sekitar pukul 11.00 WIB, dan temuan ketiga pukul 12.50 WIB.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan menunjukkan tingkat timbunan yang berbeda di masing-masing lokasi.
“Alhamdulillah, hari ini kami kembali menemukan tiga korban di sektor A2 dan C2. Di sektor A2, jenazah ditemukan dalam kondisi tertimbun sekitar satu meter, sedangkan di sektor C2 korban berada di ujung material longsor dengan timbunan kurang lebih setengah meter,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses identifikasi masih berlangsung.
“Identitas ketiga jenazah belum dapat dipastikan. Saat ini semuanya dibawa ke Posko Antemortem di Puskesmas Pandanarum untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Budiono.
Sementara itu, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.
Mendung tebal mulai menyelimuti kawasan terdampak, dan tim SAR khawatir hujan turun sewaktu-waktu.
Berdasarkan laporan BMKG Banjarnegara, wilayah Pandanarum diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat dalam dua hari ke depan, khususnya pada siang hingga sore hari.
“Kami tetap melanjutkan pencarian semaksimal mungkin. Sebanyak 12 unit excavator dikerahkan untuk mempercepat proses penggalian material longsor. Harapannya, semakin banyak korban yang bisa segera ditemukan,” tambah Budiono.
Dengan ditemukannya dua korban baru ini, jumlah korban meninggal yang telah berhasil dievakuasi menjadi enam orang. Sementara itu, 22 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.