Menu

Mode Gelap
 

Kabar Banjarnegara · 18 Nov 2025 16:03 WIB

Longsor di Banjarnegara Timbun Ratusan Ternak, Gubernur Luthfi Tegaskan Komitmen Pemulihan Warga


					Longsor di Banjarnegara Timbun Ratusan Ternak, Gubernur Luthfi Tegaskan Komitmen Pemulihan Warga Perbesar

BANJARNEGARA, Kabarjateng.id — Dampak longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, terus bertambah. Tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah, bencana tersebut juga memukul sektor peternakan yang selama ini menjadi sumber nafkah utama sebagian warga.

Data yang dihimpun pemerintah desa mencatat sedikitnya 30 sapi dan 250 kambing milik warga hilang atau tertimbun material longsor.

Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp640 juta. Petugas gabungan masih belum bisa menelusuri seluruh titik kandang karena kondisi tanah yang labil dan berpotensi menimbulkan longsor berikutnya.

Kepala Desa Pandanarum, Misrod, yang turut mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di lokasi pengungsian, mengungkapkan bahwa beberapa warga sebelumnya enggan dievakuasi.

Kekhawatiran ditinggalkannya hewan ternak membuat mereka memilih bertahan meski situasi berbahaya.

Gubernur Luthfi menanggapi hal itu dengan memastikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah pendataan ternak secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa para pemilik hewan yang hilang akan mendapatkan dukungan dalam tahap pemulihan pascabencana.

“Ternak warga sudah kami data semuanya. Di lapangan, relawan akan membantu pengadaan pakan bagi hewan yang tersisa. Bagi mereka yang ternaknya hilang, akan kami masukkan dalam program pemulihan,” ujar Gubernur.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada sektor peternakan. Tanaman pertanian seperti padi, cabai, tomat, dan kapulaga juga mengalami gagal panen akibat longsor dan lumpur yang menutupi lahan.

Total kerugian dari sektor pertanian mencapai Rp2,999 miliar. Ditambah kerusakan jaringan irigasi senilai Rp50 juta, akumulasi kerugian secara keseluruhan melampaui Rp3,7 miliar.

Dalam arahannya, Gubernur Luthfi menekankan perlunya langkah pemulihan komprehensif.

Menurutnya, penanganan korban bencana tidak cukup hanya menyediakan tempat tinggal sementara, melainkan juga memulihkan kondisi sosial ekonomi mereka.

“Ini bukan hanya persoalan rumah rusak. Kebutuhan hidup warga seperti sandang, pangan, papan, hingga pekerjaan harus kita pikirkan bersama agar mereka benar-benar bisa bangkit,” tegasnya. (ajp)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Safari Ramadan Pangdam IV/Diponegoro Pererat Kebersamaan di Rindam

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Percakapan tentang Hidup Menghangat di Orlen Heritage

14 Maret 2026 - 06:48 WIB

Polres Semarang Gelar Pasar Murah, Salurkan 22 Ton Beras SPHP untuk Warga

14 Maret 2026 - 06:17 WIB

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Semarang Bersama Forkopimda Bagikan Ratusan Takjil

14 Maret 2026 - 05:52 WIB

Jawa Tengah Siaga Pengamanan Lebaran 2026, Diprediksi 38,71 Juta Pemudik Melintas

14 Maret 2026 - 05:33 WIB

Polda Jateng dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

14 Maret 2026 - 05:20 WIB

Trending di KABAR JATENG