BANJARNEGARA, Kabarjateng.id — Memasuki hari ketujuh operasi pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, tim Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali menemukan dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Kedua korban yang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan di sektor B pada kedalaman kurang lebih tiga meter.
Kepala Kantor Basarnas Semarang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Budiono, menjelaskan bahwa korban pertama yang diidentifikasi bernama Aminah (90).
Ia ditemukan pada pukul 12.15 WIB. Sementara satu korban lainnya ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB dan masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
“Secara visual, korban kedua berjenis kelamin perempuan. Saat ini identifikasi masih dilakukan tim terkait,” ujar Budiono.
Ia menambahkan, keberhasilan menemukan kedua korban tersebut tidak lepas dari peran anjing pelacak yang mampu mengarahkan tim ke titik dugaan kuat keberadaan korban.
Informasi dari keluarga selamat serta penggunaan alat berat turut mempercepat proses evakuasi di area yang tertimbun material longsoran.
“Dengan penemuan dua korban hari ini, total korban meninggal yang berhasil ditemukan menjadi 12 orang. Sementara 16 orang lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.
Operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari pada dasarnya mengikuti SOP Basarnas, yang menetapkan durasi operasi selama satu pekan.
Namun, aturan tersebut dapat diperpanjang apabila situasi di lapangan menunjukkan peluang besar untuk menemukan korban tambahan.
“Meskipun hari ini merupakan batas waktu tujuh hari sesuai SOP, seluruh unsur SAR sepakat memperpanjang operasi selama tiga hari ke depan. Pertimbangannya jelas, peluang menemukan korban masih tinggi dan cuaca hari ini cukup mendukung,” kata Budiono.
Ia berharap kondisi cuaca besok tetap cerah sehingga proses pencarian bisa berjalan optimal.
“Besok operasi SAR tetap dilanjutkan. Semoga cuaca mendukung dan korban lain segera dapat ditemukan,” pungkasnya. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.