Menu

Mode Gelap
 

Headline · 24 Okt 2025 19:41 WIB

Taj Yasin Dorong Santri Kuasai Ilmu Kenegaraan sebagai Bekal Pemimpin Masa Depan


					Taj Yasin Dorong Santri Kuasai Ilmu Kenegaraan sebagai Bekal Pemimpin Masa Depan Perbesar

BOYOLALI, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, mengajak para santri dan kalangan pesantren untuk memperluas wawasan di bidang kenegaraan serta pemerintahan.

Menurutnya, pengetahuan tersebut sangat penting sebagai bekal untuk menyiapkan generasi santri menjadi calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

“Menuju Indonesia Emas 2045, sangat mungkin para pemimpin di masa itu berasal dari lingkungan pesantren,” ujar Gus Yasin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seleksi Duta Santri Nasional 2025 yang berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jumat (24/10/2025).

Ia menuturkan, dewasa ini semakin banyak tokoh masyarakat, kepala daerah, hingga pimpinan lembaga yang berasal dari latar belakang pendidikan pesantren.

Hal tersebut membuktikan bahwa potensi santri untuk tampil di berbagai bidang kepemimpinan sangat besar.

Karena itu, ia menilai penting bagi santri untuk memahami sistem pemerintahan, peraturan perundang-undangan, serta prinsip kenegaraan.

“Santri perlu memahami aturan dan sistem pemerintahan agar ketika saatnya tiba memimpin bangsa, mereka benar-benar siap,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Yasin menekankan bahwa nilai akhlak dan moral yang ditanamkan di pesantren harus menjadi dasar kuat dalam setiap langkah pengabdian santri di masa depan, baik ketika meniti karier maupun berperan di masyarakat.

“Pelajaran tentang adab, seperti menghormati orang tua, bersikap sopan kepada yang lebih tua, dan tahu menempatkan diri, itu harus terus diamalkan. Termasuk dalam berinteraksi dengan pihak luar pesantren atau instansi pemerintah,” imbuhnya.

Selain memperdalam ilmu agama dan syariat, kata Gus Yasin, santri juga perlu menguasai ilmu kepemimpinan.

Dalam pandangannya, menjadi pemimpin atau khalifah adalah bagian dari amanah keilmuan yang perlu dipelajari dan dipraktikkan di lingkungan pesantren.

“Santri harus siap menjadi pemimpin yang berakhlak dan berwawasan luas. Dengan kombinasi ilmu agama dan ilmu kenegaraan, mereka akan mampu berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (ar)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Langkah Tegas Agustina, Semarang Night Carnival Dibatalkan Demi Keselamatan Warga

3 Mei 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Trending di KABAR JATENG