PURWOREJO, Kabarjateng.id — Kementerian Koperasi Republik Indonesia menggelar Soemitro Fest: Koperasi Goes To Campus di IAI An-Nawawi Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026).
Mengusung tema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”, kegiatan ini berada dalam format talkshow interaktif dan bazar usaha koperasi.
Konsep itu untuk memperkenalkan koperasi dengan pendekatan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman serta gaya komunikasi mahasiswa.
Hadir dalam acara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Pejabat Sekretaris Daerah Purworejo Ari Wibowo.
Kemudian Rektor IAI An-Nawawi Purworejo Hj. Khoirun Nisa’, serta Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo Fathur Rohman yang turut mendorong partisipasi mahasiswa lintas kampus.
Koperasi Ditampilkan Lebih Inovatif
Dalam sambutannya, Deputi Destry Anna Sari menegaskan bahwa Soemitro Fest menjadi ruang kolaborasi antara regulator, pelaku koperasi, dan perguruan tinggi.
“Soemitro Fest mempertemukan dunia kebijakan, dunia koperasi, dan dunia kampus. Tiga kekuatan yang jika bersatu mampu mengubah wajah perekonomian bangsa,” ujar Destry.
Ia menambahkan, kampus harus menjadi rumah baru bagi gerakan koperasi Indonesia, sekaligus pusat lahirnya gagasan dan kepemimpinan ekonomi masa depan.
Konsep “cara lama rasa baru” menurutnya bukan mengubah nilai dasar koperasi, melainkan mengemasnya dengan pendekatan yang lebih adaptif.
Prinsip gotong royong dan kebersamaan harus tetap ada, namun manajemen dan model bisnisnya harus lebih modern, profesional, dan berbasis teknologi.
Sesi talkshow menghadirkan sejumlah praktisi dan pegiat koperasi, antara lain Kepala Dinas Koperasi Purworejo Hadi Pranoto, Zaskia Hana Abigail dari Warkopin, serta Fathudin dari Koperasi Pesantren An-Nawawi.
Antusiasme mahasiswa terlihat saat sesi diskusi berlangsung, terutama ketika Zaskia Hana Abigail, pembicara muda berusia 19 tahun dalam mengedukasi koperasi pada kalangan generasi muda.
“Ternyata koperasi itu sangat kekinian, tidak lekang oleh waktu, dan bermanfaat bagi semua,” ujar Hana.
Ia menekankan bahwa koperasi dapat menjadi wadah aktualisasi diri mahasiswa, baik sebagai anggota, pengelola, maupun inovator bisnis berbasis komunitas.
Bazar UMKM dan Literasi Perkoperasian
Selain diskusi, dalam kegiatan juga ada bazar pelaku usaha binaan koperasi yang menampilkan berbagai produk UMKM lokal.
Deputi Destry bersama Rektor IAI An-Nawawi membuka bazar.
Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi, Edy Haryana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan literasi perkoperasian pada lingkungan kampus.
“Mahasiswa jangan ragu menjadi anggota, memiliki karya, dan karier pada koperasi,” ujarnya
“Kegiatan ini menunjukkan koperasi pengelolaannya bisa modern, profesional, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” imbuh Edy.
Menurutnya, literasi koperasi penting agar generasi muda tidak lagi memandang koperasi sebagai model ekonomi lama.
Melainkan sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu menjawab tantangan ekonomi digital.
Melalui Soemitro Fest 2026 di Purworejo, Kementerian Koperasi mendorong kampus-kampus menjadi pusat pertumbuhan koperasi mahasiswa dan inkubasi usaha berbasis kolektif.
Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif, koperasi diharapkan menjadi pilihan karier dan kewirausahaan baru bagi generasi muda.
Transformasi ini sekaligus menegaskan bahwa koperasi tetap relevan sebagai pilar ekonomi nasional yang berakar pada nilai kebersamaan namun mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. (Whs)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.