SEMARANG, Kabarjateng.id – Rangkaian Semarang Great Sale (Semargres) 2025 ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang undian, Rabu (17/9). Dari balik panggung acara, muncul kisah mengharukan tentang doa dan bakti seorang anak yang akhirnya berbuah rezeki tak terduga.
Salah satu pemenang utama adalah Wulandari Ardanawesti (37), warga Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Ibu satu anak itu tak mampu menahan rasa haru saat menerima simbolis kunci mobil Daihatsu Ayla dari Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, di Balai Kota.
Wulandari tak pernah membayangkan bisa mendapatkan hadiah sebesar itu. Awalnya ia hanya berniat membeli obat untuk sang ibu yang tengah menderita diabetes.
“Setiap bulan saya memang rutin membelikan obat. Waktu itu tanggal 26 Agustus, saya beli di Apotek Sarika dengan nominal Rp139 ribu,” tuturnya.
Di apotek tersebut ia melihat informasi mengenai undian Semargres. Karena pembelian di atas Rp100 ribu, ia mendapat kupon undian dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi resmi Semargres.
Beberapa hari kemudian, tepatnya 3 September, pihak apotek mengirimkan video hasil pengundian yang digelar di DP Mall.
“Awalnya saya ragu, takutnya penipuan. Tapi setelah saya konfirmasi ke pihak apotek dan juga admin Semargres di Instagram, ternyata memang benar hadiah utama mobil itu atas nama saya,” ujar Wulandari.
Ia mengaku sangat bersyukur, apalagi keluarganya memang belum memiliki mobil pribadi.
“Alhamdulillah, ini benar-benar rezeki yang tidak disangka. Terima kasih kepada Pemkot Semarang dan penyelenggara Semargres. Mobil ini akan kami gunakan sendiri. Semoga menjadi berkah bagi keluarga,” ucapnya penuh syukur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa Semargres telah menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar selama 13 tahun.
Event ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Semarang bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang serta para pelaku usaha.
“Ini perjalanan panjang yang menunjukkan kebersamaan. Selama 13 tahun Semargres ikut menjaga perputaran ekonomi kota agar tetap stabil,” katanya mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Wuryaningrum.
Iswar menambahkan, transaksi tahun ini mencapai hampir Rp600 miliar selama periode 1–31 Agustus 2025.
Tidak hanya melibatkan pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran besar, tetapi juga para pelaku UMKM, termasuk pedagang kecil seperti penjual bakso.
“Semargres bukan sekadar pesta diskon, tetapi juga sarana menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengungkapkan Semargres 2025 diikuti 510 pelaku usaha dengan total 4.200 kupon yang masuk.
“Tahun ini luar biasa, transaksinya menembus Rp597 miliar, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu yang sebesar Rp311 miliar. Antusiasme masyarakat jauh lebih tinggi dibanding dua atau tiga tahun sebelumnya,” jelasnya. (day)






