Menu

Mode Gelap
 

Headline

Saatnya Santri Wonosobo Mengabdi Untuk Bangsa Bersama Gus Fadlun

badge-check


					Akhmad Fadlun Sy Perbesar

Akhmad Fadlun Sy

WONOSOBO, Kabarjateng.id – Sebagai salah satu kota santri di Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo menyimpan dinamika politik yang cukup unik. Harapan masyarakat religius tradisional menginginkan lahirnya kepala daerah yang berasal dari pesantren, menjadikan Pilkada serentak 2024 menjadi momentum kebangkitan kaum Nahdliyyin di Wonosobo.

Akhmad Fadlun Sy atau yang akrab disapa Gus Fadlun menjadi sosok yang tepat untuk dicalonkan menjadi Bupati Wonosobo.

Perjuangan keberpihakan pada Pesantren sebagai bentuk kepedulian sosial kemasyarakatan sudah dirintis saat dirinya menjabat sebagai wakil rakyat dari PKB.

Salah satunya adalah idenya untuk menginisiasi progam sertifikasi gratis aset-aset Pondok Pesantren di Wonosobo saat menjabat di DPRD Kab Wonosobo tahun 2014-2019.

Program pemberdayaan Ponpes tersebut berlanjut ketika dirinya menjabat sebagai anggota Komisi E di DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2019-2024.

Gus Fadlun menyadari sertifikasi aset Ponpes menjadi upaya strategis meningkatkan kemandirian Ponpes dalam mengembangkan pendidikan bagi para santrinya.

Keberhasilan program sertifikasi yang pada waktu itu melibatkan sekitar 176 pondok pesantren di Kabupaten Wonosobo tersebut, mengingatkan kembali kiprah Gus Fadlun sebagai wakil rakyat dalam mengemban amanah.

Aset pondok pesantren adalah amanat para pendirinya yang wajib dijaga dan dirawat.

Program sertifikasi gratis tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Wonosobo sebagai produk kebijakan yang berpihak kepada warga.

Tidak berlebihan jika kemudian 176 pengasuh Ponpes dan ribuan santri menaruh harapan lebih besar lagi pada suksesi kepemimpinan kepala daerah Wonosobo kepada Gus Fadlun.

Dukungan kepada salah satu alumni Ponpes Lirboyo Kediri untuk menjadi calon Bupati Wonosobo muncul secara alamiah dari warga Nahdliyyin yang menginginkan konsistensi program berkelanjutan.

Saatnya santri mengabdi untuk bangsa dan kekuatan pondok pesantren menentukan calon pemimpinnya menuju Wonosobo yang Istiqomah.

Dukungan kepada Gus Fadlun adalah bentuk empati tradisi dari masyarakat di kelas akar rumput.

Menjadikan desa dan pondok pesantren sebagai kekuatan politik santun bermartabat atas dasar keihklasan, warisan ajaran pesantren dan kyai-kyai pendahulunya.

Akankah keinginan dan harapan besar warga Nahdliyyin pada sosok Gus Fadlun untuk memimpin Wonosobo dapat terwujud? Jawabannya kembali kepada kepentingan politik yang ada di kabupaten Wonosobo.

Setidaknya Gus Fadlun sudah mengantongi modal dukungan dari akar rumput warga Nahdliyyin yang tersebar hingga ke pelosok Wonosobo. (ajp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

ESI Jepara Mantapkan Persiapan Jelang Kapolda Jateng Cup 2026, Fokus Taktik dan Mental Bertanding

17 Juni 2026 - 14:10 WIB

Kasdam IV/Diponegoro Pimpin Upacara Bendera, Dorong Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Personel

17 Juni 2026 - 13:54 WIB

Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Festival E-Sport Lengkap, dari Cosplay hingga Layanan Kesehatan Gratis

17 Juni 2026 - 13:45 WIB

Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Brebes Gelar Doa Bersama dan Salurkan Santunan bagi Anak Yatim

17 Juni 2026 - 13:05 WIB

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Kebersamaan, Koramil di Sragen Dipenuhi Warga

17 Juni 2026 - 12:38 WIB

Kadus IV Resmi Dilantik, Pemdes Wanatirta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Warga

17 Juni 2026 - 10:22 WIB

Trending di Kabar Brebes