Menu

Mode Gelap
 

Headline

Relaksasi dan Karya Inspiratif: Dinsos Jateng Tawarkan Pijat Gratis dan Produk Difabel di Jateng Fair 2025

badge-check


					Relaksasi dan Karya Inspiratif: Dinsos Jateng Tawarkan Pijat Gratis dan Produk Difabel di Jateng Fair 2025 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Setelah lelah berkeliling menikmati semarak Jateng Fair 2025, para pengunjung kini dapat menikmati pijat gratis yang menenangkan di stan milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Terletak di Gedung Merbabu, Kompleks PRPP, stan ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tengah ramainya pengunjung.

Yang istimewa, layanan pijat ini diberikan oleh penyandang disabilitas netra yang telah menjalani pelatihan khusus di panti sosial.

Sentuhan tangan mereka yang terlatih mampu meredakan rasa lelah dan pegal setelah seharian menyusuri area pameran.

Selain pijat, pengunjung juga dimanjakan dengan alunan musik merdu yang dibawakan langsung oleh para penyandang disabilitas berbakat.

Tidak hanya menawarkan relaksasi, stan Dinsos Jateng juga menghadirkan berbagai hasil karya tangan kreatif dari para penyandang disabilitas dan lansia binaan.

Ragam produk yang dipamerkan mencakup taplak meja, pakaian anak-anak, kebaya, batik berbagai motif, hingga kerajinan unik lainnya.

Semuanya merupakan buah karya penuh semangat dan ketekunan dari individu yang selama ini berada dalam pembinaan di sejumlah panti sosial milik Dinsos Jateng.

Analis Masalah Rehabilitasi Sosial Dinsos Jateng, Jalu Hanusadipa, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam Jateng Fair merupakan bagian dari upaya mengenalkan potensi luar biasa yang dimiliki para penyandang disabilitas dan lansia kepada masyarakat luas.

Menurutnya, banyak dari mereka yang ternyata mampu berkembang secara mandiri melalui pelatihan yang diberikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Mereka kami latih sesuai bakatnya, ada yang di bidang pijat, musik, membatik, hingga produksi makanan seperti telur asin,” jelas Jalu saat ditemui, Minggu (28/6/2025).

Produk kerajinan tangan yang dipamerkan pun dijual dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp160.000. Seluruh pengisi stan, termasuk pemijat dan pemusik, merupakan alumni pelatihan dari Panti Sosial Penyandang Disabilitas Tuna Netra Temanggung.

Ia berharap, selain mempromosikan karya para binaan, kehadiran stan ini juga dapat menggugah kepedulian dan empati masyarakat.

“Mereka punya potensi besar, hanya perlu diberi kesempatan dan bimbingan. Dengan pendekatan yang tepat, mereka bisa menunjukkan kualitas yang setara, bahkan lebih dari kita,” tambahnya.

Salah satu pengunjung, Winarto (45), warga Semarang, mengaku terkesan dengan layanan pijat yang diterimanya.

“Pijatannya pas, tekanannya tepat. Saya jadi sadar bahwa mereka punya kemampuan yang luar biasa meski memiliki keterbatasan,” ujar karyawan swasta ini.

Sebagai informasi, Jateng Fair 2025 berlangsung selama 10 hari, mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2025.

Event ini digelar tanpa tiket masuk alias gratis, dan menampilkan berbagai produk UMKM, hasil inovasi pembangunan daerah, serta beragam hiburan, konser musik, dan wahana rekreasi. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Dua Mahasiswa Unwahas Bawa Jawa Tengah Raih Juara Harapan 1 Peksiminas 2026

15 September 2026 - 19:46 WIB

Rutan Salatiga Perkuat Kesiapsiagaan, Seluruh Senjata Api Jalani Pemeriksaan

15 September 2026 - 15:32 WIB

Tak Sekadar Mengisi Waktu, Buku Jadi Jendela Pengetahuan Warga Binaan Rutan Salatiga

15 September 2026 - 15:25 WIB

Taj Yasin Dorong Rumah Sakit Pemerintah-Swasta Bersinergi Kembangkan Medical Tourism

15 September 2026 - 15:15 WIB

Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris di MTQ Nasional, Peserta Harus Berpindah Tiga Bahasa

15 September 2026 - 15:05 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

15 September 2026 - 14:29 WIB

Trending di Daerah