TEGAL, Kabarjateng.id – Kota Tegal kembali mencatatkan capaian positif dalam pembangunan keluarga. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), nilai Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga) Kota Tegal mencapai 64,44, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 63,9.
Indeks i-Bangga sendiri merupakan indikator nasional untuk mengukur kualitas pembangunan keluarga di Indonesia dengan rentang nilai 0–100.
Penilaian ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.
Capaian tersebut disampaikan oleh Marte Listiowati, Ketua Tim Kerja Keuangan dan Pengelolaan BMN BKKBN Provinsi Jawa Tengah, yang hadir mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Jateng dalam acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 Kota Tegal, di Ruang Adipura, Kompleks Balai Kota Tegal, pada Jumat (31/10/2025).
Marte menjelaskan, dimensi ketenteraman keluarga di Kota Tegal tercatat sebesar 55,49, kemandirian keluarga sebesar 65,20, dan kebahagiaan keluarga menjadi yang tertinggi dengan nilai 72,63.
“Artinya, sebagian besar keluarga di Kota Tegal merasa bahagia. Harapan kami, di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, indeks ini terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam mengedukasi calon ayah mengenai peran aktif dalam keluarga.
Dari target 1.018 peserta, sebanyak 1.203 calon ayah telah menerima sosialisasi tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, perlindungan, serta pendidikan anak. Capaian ini melampaui target hingga 118,17 persen.
Menurutnya, peran orang tua, terutama ayah, sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, emosional, sosial, maupun moral.
Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.
“Keluarga bukan sekadar hubungan darah atau tempat tinggal, melainkan ruang pertama tempat seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai kehidupan,” ucapnya.
Ia menambahkan, ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi masyarakat.
Kader PKK, posyandu, organisasi perempuan, tokoh agama, hingga pelaku usaha memiliki peran penting dalam membentuk keluarga yang tangguh, sehat, dan harmonis.
“Peringatan Hari Keluarga Nasional ini hendaknya menjadi momentum refleksi sekaligus ajakan untuk bertindak nyata. Mari mulai dari rumah kita masing-masing. Bangun komunikasi yang baik, tanamkan kasih sayang, dan saling menghargai di antara anggota keluarga,” ungkap Dedy Yon.
Wali Kota juga menegaskan bahwa memperkuat keluarga berarti memperkuat bangsa.
“Dengan keluarga yang sehat, produktif, dan bahagia, kita dapat mewujudkan Kota Tegal yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Supriyadi)






