TEGAL, Kabarjateng.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tegal menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI, Senin (20/04) sore, di Aula Abdurrahman Wahid Kantor DPC PKB, Slawi, Kabupaten Tegal.
Kegiatan Muscab ini dihadiri langsung, Yanuar Prihatin selaku Ketua Bidang Pengembangan Talenta DPP PKB, perwakilan DPW PKB Jateng, Bupati Tegal, serta sejumlah tokoh penting dan kader PKB Kabupaten Tegal dari berbagai tingkatan.
Usai pembukaan Muscab dalam jumpa Pers, Yanuar Prihatin mengatakan, Bahwa Muscab adalah bukan sekedar agenda rutin organisasi, melainkan forum diskusi untuk menyusun strategi memperkuat soliditas kader, serta langkah politik kedepannya.
“Ini memang mekanisme rutin organisasi, tiap 5 tahun ya ada Muscab, penyegaran, regenerasi, dan penguatan partai untuk persiapan 5 tahun ke depan. Jadi prinsip dasarnya bahwa ini adalah sesuatu yang normal, rutin di PKB,” ungkap Yanuar.
Disinggung ada berapa nama calon untuk ketua, Yanuar belum bisa memastikan, karena ada beberapa mekanisme serta usulan yang akan ditampung dalam musyawarah.
“Untuk bursa calon ketua ada beberapa nama, jadi mekanismenya usulan ditampung di sini, kemudian nanti semua calon yang ditetapkan diundang ke Jakarta untuk mengikuti uji kopenten kelayakan. Mekanisme ini salah satu cara untuk memastikan agar DPP mendapatkan orang yang memiliki kemampuan terbaik,” terangnya.

BUPATI TEGAL KANDIDAT KUAT CALON KETUA
Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) kali ini ada salah satu nama calon kuat untuk menduduki ketua DPC PKB di Kabupaten Tegal. Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman dikabarkan menjadi salah satu calon kandidat terkuat.
Bupati Tegal usai kegiatan mengatakan kepada awak media, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi percepatan pembangunan.
“Siapapun yang terpilih harus bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, menunjukkan kapasitas kepemimpinan, dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Tegal,” katanya.
Menanggapi dirinya dicalonkan sebagai ketua, Ischak menyakan siap jika nantinya diberi mandat oleh partai.
“Semua kader punya peluang yang sama. Tapi kalau saya diberi mandat, sebagai petugas partai tentu harus siap,” pungkasnya. (Pry)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.