Menu

Mode Gelap
 

Headline · 18 Agu 2025 10:34 WIB

Jawa Tengah Jadi Cerminan Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Persatuan di HUT RI ke-80


					Jawa Tengah Jadi Cerminan Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Persatuan di HUT RI ke-80 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Jawa Tengah berlangsung penuh makna. Dalam upacara yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/8/2025), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa.

Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Luthfi menyebut Jawa Tengah sebagai miniatur Indonesia, karena keberagaman masyarakatnya yang hidup rukun dengan semangat gotong royong.

“Nyawa Jawa Tengah ada pada persatuan dan kesatuan. Di dalamnya tumbuh sikap tepa selira dan gotong royong. Walaupun berbeda, kita tidak boleh memaksakan kehendak. Semuanya harus tetap bersatu,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, konsolidasi dengan 35 kabupaten/kota serta seluruh elemen masyarakat merupakan kunci terciptanya keamanan dan ketertiban. Stabilitas itu, kata dia, menjadi landasan penting untuk membangun kedaulatan ekonomi dan ketahanan pangan.

“Berdaulat di Jawa Tengah berarti mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan dan kemandirian ekonomi. Pondasinya ada di desa. Dari desa kita mulai, dari kota kita perkuat. Dengan cara itu, Jawa Tengah akan berdiri kokoh,” jelasnya.

Optimisme juga disampaikan Luthfi bahwa langkah ini akan membawa Jawa Tengah pada pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Di akhir sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang sudah diraih.

“Kita patut berterima kasih kepada para pahlawan. Delapan puluh tahun merdeka adalah anugerah besar yang harus kita rayakan dengan suka cita,” ucapnya.

Sementara itu, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, menilai keberagaman masyarakat Jawa Tengah adalah potensi besar yang perlu terus dijaga.

Menurutnya, pluralitas yang ada justru melahirkan kekuatan berupa persatuan dan toleransi.

“Dalam keberagaman, kita mampu menghadirkan kebersamaan. Maka nilai persaudaraan ini harus terus dikembangkan agar cita-cita para pendiri bangsa benar-benar terwujud: Indonesia yang satu, damai, adil, dan sejahtera,” tutur Romo Rubiyatmoko.

Ia juga menegaskan komitmen lintas agama untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, Jawa Tengah memang khas, karena masyarakatnya yang plural. Justru di situlah letak kekuatannya,” tandasnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG