SEMARANG, Kabarjateng.id – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menegaskan izin usaha Toko Kue Gambang Pasar Johar sudah sesuai prosedur dan mendapat persetujuan pedagang.
Amoy, sapaan akrab dari Aniceto Magno Da Silva ini menjelaskan bangunan yang kini sebagai tempat usaha, sebelumnya telah mangkrak bertahun-tahun tanpa aktivitas.
Ia pun melihat potensi, lalu menawarkan izin usaha kepada pelaku usaha agar memanfaatkan lokasi guna menghidupkan kembali Pasar Johar.
“Prinsipnya, Kementerian Perdagangan akan membantu Kota Semarang dengan syarat Pasar Johar harus hidup dan ramai,” ujarnya.
Ia juga menyebut syarat itu menjadi salah satu pertimbangan dalam mengizinkan pemanfaatan bangunan Pasar Johar.
Dalam hal ini Amoy mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar sebelum memberikan izin.
Keramaian Pasar
Meski sempat muncul kekhawatiran persaingan usaha, pedagang akhirnya menyambut baik karena usaha itu meningkatkan keramaian pasar.
“Kalau dari awal pedagang menolak, tentu tidak kami izinkan. Faktanya pedagang justru senang,” katanya.
Amoy juga menegaskan bahwa izin sudah sesuai ketentuan dan tidak melanggar aturan bangunan cagar budaya.
Dirinya memastikan sendiri tidak ada perubahan fungsi maupun bentuk bangunan dalam pemanfaatan gedung.
Namun pihaknya menyayangkan polemik yang berkembang dan adanya serangan yang mengarah ke individu para pedagang.
Menurutnya, kehadiran usaha itu merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan anak-anak muda.
Amoy juga menilai anak muda yang mendirikan usaha roti itu juga memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan usaha kawasan Pasar Johar.
“Jangan menyerang pribadi. Lihat sisi positifnya, ini menjadi destinasi baru dari Kota Semarang,” terangnya.
Sebelumnya Amoy menegaskan pula belum ada kabar atau rencana pembongkaran pagar kawasan Pasar Johar.
Menurutnya, hanya menata akses dengan meratakan tangga agar ramah bagi lansia dan ibu hamil.
Dinas Perdagangan Kota Semarang juga menyiapkan konsep pengembangan Pasar Johar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.
Dinas juga menyebut rencana ini juga bagian upaya menghidupkan kembali “Pasar Maling” dan menghadirkan konsep “Johar Malam Hari”.
Konsep ini telah menyasar kepada peningkatan aktivitas ekonomi, utamanya lantai atas karena pasar yang masih sepi.
“Rencananya akan ada peluncuran pada 2 Mei mendatang,” tandasnya.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.