KENDAL, Kabarjateng.id – Suasana Festival Nyadran Gunung 2025 di Obyek Wisata Kalikesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, berlangsung meriah dan penuh makna. Selain tradisi berbagi tumpeng, acara ini juga ditandai dengan peluncuran layanan sinyal mobile Telkomsel, yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga maupun wisatawan.
Kalikesek selama ini dikenal memiliki pesona alam yang memikat dan menjadi salah satu tujuan favorit wisata di Kabupaten Kendal.
Namun, keterbatasan jaringan telekomunikasi membuat kawasan ini kerap disebut sebagai daerah blank spot.
Kehadiran sinyal baru diharapkan dapat menjadi solusi nyata, setelah sebelumnya Pemkab Kendal hanya mampu menghadirkan wifi gratis dalam jumlah terbatas.
Festival yang digelar pada Minggu (14/9/2025) mengusung tema “Budaya Lestari, Alam Asri, Masyarakat Harmoni”.
Tema tersebut menggambarkan semangat masyarakat untuk tetap menjaga tradisi, merawat alam sekitar, serta memperkuat persaudaraan di tengah perkembangan zaman.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya menuturkan bahwa sejak tiga tahun terakhir Desa Sriwulan telah diarahkan sebagai desa wisata.
Pembangunan kawasan Arenan Kalikesek menjadi salah satu program unggulan yang mengedepankan potensi alam serta kuliner pedesaan.
“UMKM dan wisata di Desa Sriwulan terus tumbuh, namun masalah sinyal menjadi hambatan utama. Kehadiran jaringan mobile ini akan membuka peluang lebih besar bagi warga, terutama dalam promosi wisata dan pengembangan usaha,” ucap Bupati Dyah.
Ia juga mengapresiasi langkah Telkomsel yang hadir mendukung pembangunan desa.
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, menambahkan bahwa tradisi Nyadran Gunung merupakan ungkapan syukur masyarakat sekaligus sarana berbagi rezeki.
Tahun ini, sekitar 25 tumpeng dibagikan kepada para pengunjung Kalikesek.
“Selain sebagai bentuk rasa syukur, acara ini juga menjadi momentum baik dengan hadirnya sinyal baru. Selama ini sinyal di Kalikesek hampir tidak ada. Kini masyarakat maupun wisatawan bisa lebih mudah berkomunikasi dan tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyedia layanan telekomunikasi, dan dukungan masyarakat, Desa Sriwulan diharapkan dapat menjadi contoh desa wisata yang mampu menjaga kearifan lokal, melestarikan alam, serta selaras dengan perkembangan teknologi. (ak)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.