BLORA, Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau proyek perbaikan Jalan Todanan–Ngawen, Kabupaten Blora, pada Jumat (26/9/2025).
Pekerjaan preservasi sepanjang 2.050 meter tersebut dibiayai dengan anggaran Rp15,394 miliar dan kini memasuki hari ke-69 pelaksanaan, dengan progres sekitar 21,4 persen.
Dalam keterangannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa perbaikan jalan provinsi menjadi salah satu fokus utama pembangunan Jawa Tengah tahun ini.
Ia menyebut, pada 2025 pemerintah provinsi memberi prioritas pada penguatan infrastruktur karena memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Ruas ini sangat vital untuk mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar arus orang maupun barang, dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan dengan panjang sekitar 2,5 km ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Blora maupun daerah sekitarnya.
“Untuk sementara, jalan tetap difungsikan agar tidak menghambat distribusi barang dan jasa. Saya sudah meminta Dinas PU agar pekerjaan dikebut tanpa mengurangi kualitas. Jika ada kendala teknis, segera laporkan dan cari solusi cepat,” tegas Luthfi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memahami bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dan merata.
“Warga harus bersabar, sebab pemerataan pembangunan dilakukan tidak hanya di Blora, tetapi juga di daerah lain, termasuk kawasan perbatasan provinsi,” tambahnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng, Hanung Triyono, menyebut ruas Ngawen–Todanan memiliki panjang total sekitar 27,4 kilometer dan berfungsi sebagai jalur alternatif penting.
Pekerjaan meliputi perkerasan beton sepanjang 500 meter di titik rawan banjir limpasan dari hutan sekitar, serta pengaspalan sekitar 2,7 kilometer.
“Total anggaran mencapai Rp15 miliar. Target penyelesaian akhir Desember, namun kami optimistis bisa rampung lebih cepat, sekitar pertengahan Desember,” jelas Hanung.
Dukungan positif juga datang dari masyarakat setempat. Seorang lurah mengungkapkan, pembangunan jalan provinsi ini sangat dinantikan karena akan langsung berdampak pada kesejahteraan warga.
“Perbaikan ini benar-benar membantu aktivitas perekonomian, terutama para petani yang sudah bertahun-tahun berharap kondisi jalan diperbaiki,” tuturnya. (ks)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.