JEPARA, Kabarjateng.id – Kabupaten Jepara selama ini dikenal luas berkat seni ukir kayunya yang mendunia. Namun, ternyata pesona Jepara tidak berhenti di situ.
Beragam kerajinan lokal, mulai dari tenun Troso hingga produk kreatif lainnya, juga menjadi daya tarik tersendiri.
Hal itu disampaikan aktris sekaligus presenter Alya Rohali saat mengunjungi Gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jepara pada Sabtu (20/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Alya datang bersama Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar beserta jajaran pengurus Dekranasda.
Ia mengaku takjub melihat koleksi yang dipamerkan. Menurutnya, Jepara memiliki potensi kerajinan yang tidak hanya unik, tetapi juga berkualitas tinggi.
“Senang sekali bisa berkunjung ke Jepara dan melihat langsung berbagai hasil karya pengrajin lokal. Saya baru tahu kalau tenun Troso yang begitu indah ternyata berasal dari sini. Kualitas dan ragam produknya benar-benar mengesankan,” ungkap Alya.
Selain tenun Troso dan ukiran kayu, gerai tersebut juga menampilkan beragam produk unggulan lain, seperti kerajinan rotan, batik khas Jepara, perhiasan monel, hingga jajanan tradisional yang menjadi ciri khas daerah.
Menurut Alya, kekayaan kerajinan yang dimiliki Jepara sangat layak dipromosikan ke tingkat nasional bahkan internasional.
Ia juga sempat membeli beberapa produk sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha kecil menengah (UKM) setempat.
“Kerajinannya menarik dan penuh kreativitas. Rasanya sayang kalau tidak lebih banyak orang yang mengenalnya. Saya berharap produk Jepara bisa semakin dikenal luas,” tambahnya.
Peraih gelar Putri Indonesia 1996 ini pun mengajak masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Jepara untuk menyempatkan diri mampir ke Gerai Dekranasda.
Dengan begitu, mereka tidak hanya bisa mendapatkan oleh-oleh khas, tetapi juga ikut mendukung keberlangsungan usaha para pengrajin lokal.
“Kalau sedang berlibur atau melintas ke Jepara, jangan lupa singgah ke Gerai Dekranasda. Banyak pilihan produk menarik yang bisa dibawa pulang, sekaligus membantu mengangkat karya anak daerah,” tutup Alya. (hr)






