Menu

Mode Gelap
 

Headline

Agustina Wilujeng Maksimalkan Pompa dan Perintahkan Jajaran Aktif Pantau Kondisi Banjir di Semarang

badge-check


					Agustina Wilujeng Maksimalkan Pompa dan Perintahkan Jajaran Aktif Pantau Kondisi Banjir di Semarang Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mengambil langkah cepat untuk mengatasi genangan air yang melanda beberapa wilayah kota. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa seluruh jenis pompa air yang dimiliki pemerintah maupun instansi terkait telah dioptimalkan guna mempercepat surutnya air di titik-titik banjir.

Agustina menjelaskan, hingga Kamis malam (23/10), petugas dari berbagai instansi masih disiagakan di lapangan, khususnya di kawasan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, yang menjadi salah satu titik terdampak cukup parah.

“Petugas kami bergantian memantau kondisi debit air dan memastikan seluruh pompa beroperasi penuh agar banjir dapat segera surut, termasuk di ruas Jalan Kaligawe,” ujarnya.

Menurut Agustina, hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air cepat meluap.

Meski sebagian pompa masih dalam proses pembangunan dan perbaikan, pihaknya terus memperkuat kerja sama lintas instansi dalam menangani banjir.

Kolaborasi dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, DPU Kota Semarang, serta BPBD Kota Semarang.

“Pompa di kawasan Waru masih dalam tahap konstruksi, sehingga kami memindahkan pompa dari Kandang Kebo ke Waru agar aliran air bisa langsung menuju Banjir Kanal Timur. Langkah ini kami lakukan sambil terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan banjir berjalan maksimal dan masyarakat bisa segera beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa pola penanganan banjir dilakukan berdasarkan wilayah, yakni kawasan Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru.

Saat ini, terdapat sekitar 25 unit pompa air dengan kapasitas antara 250 hingga 2.000 liter per detik (LPS) yang siap beroperasi. Jika semua berfungsi optimal, total kapasitas pompa bisa mencapai 25.000 LPS.

“Pompa yang kami gunakan terdiri dari pompa stasioner dan pompa portable yang ditempatkan di titik-titik strategis di empat kawasan tersebut. Selain pompa milik DPU Kota Semarang, kami juga mendapat bantuan dari BPBD, Pusdataru, BBWS Pemali Juana, bahkan dukungan tambahan dari BBWS Serayu Opak, BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta BBWS Bengawan Solo,” terangnya.

Agustina juga telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk aktif turun ke lapangan, memantau kondisi masyarakat, dan tidak hanya menunggu laporan dari bawahan.

Ia menekankan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara cepat, tanggap, dan menyeluruh.

“Keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama dan sigap di lapangan,” tegasnya. (day)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Festival E-Sport Lengkap, dari Cosplay hingga Layanan Kesehatan Gratis

17 Juni 2026 - 13:45 WIB

Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Brebes Gelar Doa Bersama dan Salurkan Santunan bagi Anak Yatim

17 Juni 2026 - 13:05 WIB

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Kebersamaan, Koramil di Sragen Dipenuhi Warga

17 Juni 2026 - 12:38 WIB

Kadus IV Resmi Dilantik, Pemdes Wanatirta Tingkatkan Kualitas Pelayanan Warga

17 Juni 2026 - 10:22 WIB

Cleaning Service di Bergas Laporkan Dugaan Penganiayaan Rekan Kerja ke Polisi

17 Juni 2026 - 08:28 WIB

Kapolres Demak Cup Season 2 Jadi Ajang Pembinaan Atlet E-Sports Muda Berprestasi

16 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di Kabar Demak