SEMARANG, Kabarjateng.id – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang, Agustin dan Iswar, menyuarakan komitmen kuat untuk menghadirkan sekolah swasta gratis bagi warga kurang mampu.
Program ini menjadi sorotan utama kampanye mereka, dan diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Agustin menjelaskan, saat ini pemerintah hanya menyediakan pendidikan gratis di sekolah-sekolah negeri.
Namun, banyak warga kurang mampu yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri karena keterbatasan kuota.
Ketika mereka harus memilih sekolah swasta, biaya pendidikan yang tinggi menjadi kendala utama.
“Masyarakat kurang mampu sering kali terpaksa mundur ketika memilih sekolah swasta karena biayanya yang besar. Kami sudah diskusi dan menemukan solusi, setelah dihitung, anggaran dari APBD Kota Semarang mampu mendukung pendidikan gratis di sekolah swasta,” ujar Agustin dalam acara Rapat Kerja Khusus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tugu di Sport Center Kalisasak, Mangkang Wetan, pada Minggu (6/10).
Ia menegaskan bahwa apabila anak-anak tidak diterima di sekolah negeri, baik SD, SMP, SMA, maupun SMK, maka biaya SPP di sekolah swasta, termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), akan ditanggung oleh Pemkot Semarang.
“Pendidikan itu hak semua anak. Jangan khawatir, jika di swasta, biaya pendidikan akan gratis seperti di sekolah negeri,” tambah Agustin, menegaskan bahwa pendidikan harus inklusif dan merata.
Selain program pendidikan gratis, Agustin-Iswar, yang sering disebut dengan julukan “Jaguar”, juga mengusulkan bantuan Rp 25 juta per RT setiap tahun.
Bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat menengah ke bawah yang sering kesulitan membayar iuran sosial di lingkungan mereka.
“Kami memahami kondisi ekonomi saat ini sangat sulit, dan banyak warga kurang mampu terbebani dengan berbagai iuran. Dengan adanya dana ini, urusan seperti pengelolaan sampah dan iuran sosial lainnya dapat diselesaikan,” ujar Agustin.
Iswar, yang mendampingi Agustin, juga menyoroti sejumlah masalah infrastruktur di Semarang, khususnya di Kecamatan Tugu.
Salah satu fokus mereka adalah penanganan banjir akibat kerusakan di Sungai Plumbon.
“Sejak Sungai Bringin diperbaiki, sekarang giliran Sungai Plumbon yang perlu ditangani. Insya Allah tahun depan masalah ini akan kami selesaikan,” katanya.
Tak hanya itu, Iswar juga memaparkan rencana pengembangan Pantai Mangunharjo sebagai destinasi wisata unggulan di Semarang.
Pantai ini memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Menurutnya, pengembangan ini akan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Kadar Lusman, menyampaikan bahwa partainya telah menggelar Rapat Kerja Khusus (Rakerancabsus) di hampir seluruh PAC di Semarang. Dari total 16 PAC, sebanyak 14 sudah menyelesaikan kegiatan tersebut, termasuk di PAC Tugu.
“Rakerancabsus ini digelar dalam rangka persiapan menghadapi Pilkada serentak. Rekomendasi DPP sudah turun, dan kami siap mengamankan dan memenangkan pasangan yang diusung untuk Pilwakot Semarang, yakni Ibu Agustin dan Pak Iswar,” tegas Pilus sapaan akrabnya. (day)







1 Komentar