CIKARANG, Kabarjateng.id – PT Laksana Bus Manufaktur kembali mencatatkan capaian penting di kancah internasional dengan mengekspor satu unit bus berstandar Eropa ke Thailand.
Pengiriman yang dilakukan pada 15 Januari 2026 ini menandai ekspor perdana bus Mercedes-Benz rakitan lengkap dari Indonesia ke Negeri Gajah Putih, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan niaga berkualitas global.
Unit bus yang diekspor menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur dari fasilitas Ungaran, Jawa Tengah.
Bodi tersebut dipadukan dengan chassis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 yang dirakit di pabrik Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) di Cikarang.
Kombinasi ini memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan dan emisi yang berlaku di Eropa serta disesuaikan dengan regulasi di negara tujuan.
Dalam proyek ekspor ini, PT Laksana Bus Manufaktur bertindak sebagai mitra karoseri utama yang bertanggung jawab atas pengembangan desain dan struktur bodi bus.
Seluruh proses dilakukan melalui pendekatan rekayasa teknik yang menitikberatkan pada aspek keselamatan, kekuatan struktur, serta keandalan kendaraan untuk penggunaan jangka panjang di pasar internasional.
Komitmen Laksana terhadap keselamatan diwujudkan melalui penerapan berbagai regulasi UN ECE secara menyeluruh.
Sistem kursi dan dudukan penumpang telah memenuhi standar UN ECE R80, sementara sistem sabuk pengaman mengacu pada UN ECE R14.
Seluruh kaca menggunakan spesifikasi UN ECE R43, sedangkan material interior dan bodi telah menggunakan bahan tahan api sesuai UN ECE R118.
Dari sisi struktur, bodi bus juga memenuhi ketentuan UN ECE R107 dan telah melalui uji rollover UN ECE R66, yang dilaksanakan pada 2018 dan kembali diperbarui pada 2025.
Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menyatakan bahwa ekspor ini menjadi bukti kesiapan Laksana dalam menghadirkan produk karoseri berstandar Eropa dari Indonesia ke pasar global.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan DCVMI memungkinkan terciptanya produk bus yang tidak hanya patuh terhadap regulasi internasional, tetapi juga relevan dengan kebutuhan operasional di negara tujuan.
Secara strategis, ekspor ke Thailand ini menempatkan Thailand sebagai negara keenam tujuan ekspor PT Laksana Bus Manufaktur.
Capaian tersebut memperluas portofolio pasar internasional Laksana sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai karoseri nasional yang mampu bersaing di tingkat regional ASEAN.
Presiden Direktur DCVMI, Kumar T. Shravan, menilai pelepasan ekspor ini mencerminkan kesiapan Indonesia sebagai pusat manufaktur bus berstandar Eropa di kawasan.
Menurutnya, sinergi antara DCVMI dan mitra strategis seperti PT Laksana Bus Manufaktur turut membangun kepercayaan global terhadap kualitas industri kendaraan niaga nasional.
Kolaborasi kedua perusahaan ini menjadi contoh kuat sinergi antara karoseri lokal dan prinsipal global, menghasilkan produk yang mengedepankan keselamatan, kepatuhan regulasi internasional, serta kualitas manufaktur yang kompetitif di pasar ekspor.
Tentang PT Laksana Bus Manufaktur
Didirikan pada 1967 di Semarang oleh Jusup Arman, PT Laksana Bus Manufaktur bermula dari bengkel mesin otomotif dan berkembang menjadi perusahaan karoseri bus modern.
Dengan fasilitas produksi terintegrasi dan penerapan teknologi manufaktur presisi, Laksana dikenal sebagai pelopor penerapan standar keselamatan internasional di industri karoseri nasional.
Hingga kini, Laksana terus berinovasi menghadirkan produk bus untuk pasar domestik dan internasional dengan fokus pada keselamatan, kualitas, serta kepatuhan terhadap regulasi global.
Editor: Mualim






