TEGAL, Kabarjateng.id — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Wakil Menteri Agama dan anggota DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal, Senin (16/02/2026).
Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau kawasan Pancuran 13 di Obyek Wisata Guci Tegal.
Hal itu guna melihat langsung kondisi pascabencana sekaligus mendorong penataan dan percepatan pemulihan sektor pariwisata daerah.
Kunjungan Ketua MPR RI ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan kawasan wisata strategis daerah Tegal.
Rombongan meninjau kondisi fisik pancuran, berdialog dengan pemangku kepentingan, serta menyerap aspirasi masyarakat terkait langkah penataan dan penguatan daya tarik wisata.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Muzani menegaskan pentingnya penataan kawasan Guci secara menyeluruh.
Hal itu, agar kembali menjadi destinasi unggulan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kami ingin Guci kembali bangkit. Penataan kawasan harus secara optimal dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan,” ujarnya.
“Reboisasi serta pengelolaan penting agar kejadian serupa tidak terulang,” lanjutnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam revitalisasi kawasan wisata guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.
Warga Minta Akses Masuk Gratis
Dalam dialog bersama rombongan, tokoh masyarakat Guci Beni Khaeroni menyampaikan aspirasi warga agar akses ke kolam Pancuran 13 kembali gratis sebagaimana pada awal pemanfaatannya.
“Sejak awal, Pancuran 13 sebagai pancuran gratis bagi masyarakat. Kami harap nantinya tidak lagi ada biaya agar kembali menjadi daya tarik dan memberi manfaat luas bagi warga,” ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan BKSDA Jateng Nova Indri menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan koordinasi dan melakukan evaluasi terkait pengelolaan kawasan ini,” jelasnya.
“Pengelolaan harus tetap memperhatikan aspek konservasi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain peninjauan lapangan, rombongan juga menerima paparan mengenai dampak bencana terhadap sektor pariwisata Guci yang sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan.
Penataan yang komprehensif diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik serta memperkuat posisi Guci sebagai salah satu destinasi unggulan daerah.
Selain itu, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda rombongan di Kabupaten Tegal setelah sebelumnya meninjau Jembatan Ekoproyo dan lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari.
Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara tersebut diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Kemudian mendorong kebangkitan kembali sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. (Supriyadi)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.