BREBES, Kabarjateng.id – Suasana penuh haru menyelimuti acara perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tonjong, Kabupaten Brebes, yang digelar pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sebanyak 239 siswa mengikuti momen bersejarah ini sebagai penanda berakhirnya masa belajar mereka selama tiga tahun.
Bertempat di halaman sekolah, acara berlangsung meriah namun sarat emosi. Tidak hanya para siswa yang merasakan kehangatan acara ini, namun juga para guru, staf sekolah, komite, dan orang tua yang turut hadir memberikan doa serta dukungan moral.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan samir secara simbolis oleh Kepala Sekolah Urip Tanggoro, M.Pd, dan para wali kelas.
Pengalungan dilakukan kepada seluruh siswa kelas IX sebagai simbol pelepasan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, disaksikan oleh para guru, wali murid, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Urip Tanggoro menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa agar tidak berhenti menimba ilmu.
Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah, bahkan hingga ke perguruan tinggi.
“Pendidikan adalah bekal utama untuk meraih masa depan. Jangan berhenti di sini. Lanjutkan perjuangan dan gapailah cita-cita setinggi mungkin,” tegas Urip.
Selain itu, ia juga berpesan agar para siswa tetap menjaga semangat belajar, mengembangkan sikap positif, serta membangun karakter yang tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ia turut mengapresiasi peran orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di SMPN 2 Tonjong.
“Kami sadar mungkin ada kekurangan selama proses pembelajaran. Namun semua yang kami lakukan adalah demi membentuk generasi yang kuat, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujarnya dengan tulus.
Menutup sambutannya, Urip mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga nama baik sekolah, menjalin silaturahmi, dan menjadi pribadi yang membawa kebanggaan di mana pun berada.
Ketua OSIS SMPN 2 Tonjong, Tata, juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya.
Ia merasa bangga acara pelepasan dapat terlaksana dengan baik dan menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat.
“Terima kasih untuk semua guru dan teman-teman yang telah membuat acara ini istimewa. Ini adalah momen penuh makna yang tidak akan kami lupakan,” ujar Tata dengan mata berkaca-kaca.
Acara semakin meriah dengan berbagai penampilan seni dari siswa, seperti puisi, drama, tarian tradisional, hingga pertunjukan musik.
Seluruh penampilan menjadi bukti semangat sekolah dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas peserta didik.
Suasana haru menyelimuti akhir acara ketika para siswa berpamitan kepada para guru, staf, serta adik-adik kelas mereka.
Pelukan dan air mata perpisahan menjadi tanda bahwa sebuah babak telah ditutup, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. (wan)






