Menu

Mode Gelap
 

Headline · 10 Mei 2025 19:37 WIB

Dari Limbah Jadi Karya Bernilai: Kisah Inspiratif Pelda Sudirman


					Dari Limbah Jadi Karya Bernilai: Kisah Inspiratif Pelda Sudirman Perbesar

BATANG, Kabarjateng.id – Tidak semua orang mampu melihat peluang di tengah keterbatasan. Namun, Pelda Sudirman, seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 0736/Batang, membuktikan bahwa kreativitas bisa tumbuh bahkan dalam masa sulit sekalipun.

Di sela-sela waktunya merawat sang istri yang sedang sakit, ia berhasil mengubah limbah menjadi karya seni yang fungsional.

Saat itu, sang istri baru saja selesai menjalani perawatan intensif di RS Karyadi Semarang akibat penyakit tumor paru.

Sudirman pun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mendampingi proses pemulihan.

Di tengah kesibukan itu, ia menemukan ketenangan dengan duduk di serambi rumah. Dari sanalah ide kreatifnya muncul.

“Saat istri tidur, saya punya waktu merenung. Saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk tetap produktif dari rumah. Akhirnya, saya teringat ember bekas cat yang sering saya lihat di tempat rongsokan,” ujar Sudirman.

Ia pun mulai mengumpulkan ember cat bekas berukuran 25 kilogram dari pengepul barang bekas di sekitar desanya, Rowobelang. Ember-ember tersebut kemudian ia bersihkan dan padukan dengan bahan lain seperti kain, busa, lem, dan potongan triplek.

Dengan ketekunan dan keterampilan tangan, ia menyulap limbah itu menjadi meja dan kursi santai bergaya klasik.

Karya pertamanya ia buat tanpa ekspektasi. Namun setelah dibagikan ke teman-teman dinas, respons yang datang justru di luar dugaan.

Banyak yang memuji keunikannya, bahkan mulai memesan untuk keperluan pribadi maupun kantor.

“Dari situlah saya mulai serius. Ternyata limbah yang selama ini dianggap tidak berguna, bisa menghasilkan sesuatu yang punya nilai jual,” tambahnya.

Furnitur buatan Sudirman tidak hanya menonjol dari sisi estetika, tetapi juga sarat makna.

Di balik setiap potongannya, ada semangat dan harapan. Harapan untuk tetap berdaya, walau tengah diuji oleh kondisi keluarga.

“Saya bersyukur, dari keterbatasan ini lahir karya. Ini bukan sekadar produk, tapi juga bentuk perlawanan terhadap keterpurukan. Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi bahwa kreativitas bisa datang dari mana saja,” tutup Sudirman penuh semangat. (di)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jawa Tengah Pertama di Indonesia, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah Sejak SD

6 Mei 2026 - 14:45 WIB

Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman

6 Mei 2026 - 12:15 WIB

Polres Jepara Ringkus Komplotan Pencuri Baterai Lithium Tower Telekomunikasi di Pakis Aji

6 Mei 2026 - 11:15 WIB

Investasi Menguat, Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026

6 Mei 2026 - 08:17 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Secara Virtual

6 Mei 2026 - 08:05 WIB

Meriah!! Dua Dekade SMPN 2 Dukuhturi, Fun Run dan Pentas Seni Warnai Perayaan

6 Mei 2026 - 06:38 WIB

Trending di Daerah