Menu

Mode Gelap
 

Headline · 31 Des 2024 18:14 WIB

Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Targetkan Swasembada, Stop Impor Beras, Gula, dan Garam Mulai 2025


					Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Targetkan Swasembada, Stop Impor Beras, Gula, dan Garam Mulai 2025 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Indonesia siap mencatatkan tonggak sejarah baru dalam sektor pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa mulai tahun 2025, Indonesia akan menghentikan impor sejumlah komoditas pangan utama, seperti beras, gula, jagung untuk pakan ternak, dan garam.

Langkah ambisius ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang menjadi program prioritas pemerintah.

“Mulai tahun 2025, tidak akan ada lagi impor beras, gula, jagung untuk pakan ternak, dan garam. Pemerintah bertekad kuat untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Zulhas seusai memimpin rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (31/12/2024).

Menurut Zulhas, langkah ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keberanian dan optimisme dalam mengelola sektor pangan.

Presiden meminta para menterinya untuk tidak mudah pesimis dan terus bekerja keras demi mencapai target swasembada.

“Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menginstruksikan kepada kami, para menteri, untuk tidak cengeng, minder, atau ragu. Beliau mendorong kami agar bersemangat, percaya diri, bekerja keras, dan mencoba terlebih dahulu sebelum menyerah,” jelas Zulhas.

Keputusan pemerintah untuk menghentikan impor komoditas strategis ini juga membuka peluang besar bagi petani dan pengusaha lokal.

Zulhas berharap seluruh pihak terkait dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian dalam negeri.

“Empat sektor ini, yaitu beras, gula, jagung untuk pakan ternak, dan garam, harus menjadi peluang bagi petani dan pengusaha lokal untuk berlomba-lomba berusaha. Kami optimis, harga akan bagus dan pasar akan mendukung. Insyaallah, mulai tahun 2025 kita benar-benar tidak impor lagi,” tegasnya.

Kebijakan ini tak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan memaksimalkan potensi lokal, Indonesia diharapkan mampu berdikari dalam menyediakan kebutuhan pangan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para petani dan pelaku usaha di dalam negeri.

Langkah ini tentu menjadi tantangan besar, namun juga peluang emas untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor pangan.

Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, swasembada pangan yang telah lama menjadi impian kini semakin mendekati kenyataan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah mengirimkan pesan yang jelas: Indonesia siap mandiri dan berdaulat dalam sektor pangan.

Tahun 2025 bukan sekadar target, tetapi titik awal perjalanan menuju kemandirian pangan yang sesungguhnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

PMI dan Pramuka Kota Semarang Dirikan Posko Mudik 2026 di Kecamatan Tugu

13 Maret 2026 - 21:45 WIB

Sugi Hartono Gelar Reses Bersama Warga, Serap Aspirasi Sambil Buka Puasa

13 Maret 2026 - 20:38 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah, Polres Semarang Musnahkan 2.414 Botol Miras dan 330 Liter Tuak

13 Maret 2026 - 17:47 WIB

Valet Ride dan Chatbot Si Polan Jadi Inovasi Layanan Polda Jateng di Ops Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 17:35 WIB

Pegadaian Kanwil XI Semarang Santuni 20 Anak Yatim Lewat Safari Ramadhan 2026

13 Maret 2026 - 15:45 WIB

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang salurkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di pondok pesantren dan panti asuhan sebagai bagian Safari Ramadhan 2026.

Bagikan Al-Qur’an ke Rutan Jepara, MPC Pemuda Pancasila Perkuat Pembinaan Keagamaan

13 Maret 2026 - 15:43 WIB

Trending di Daerah