SEMARANG | Kabarjateng.id – Persoalan infrastruktur, ancaman banjir, minimnya penerangan jalan, hingga tawuran remaja menjadi sorotan dalam kegiatan reses anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Afif, di Kecamatan Semarang Utara, Genuk, dan Mijen, Kamis (15/10/2026).
Dalam pertemuan dengan masyarakat tersebut, Afif menerima berbagai aspirasi yang membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Warga berharap persoalan yang selama ini mengganggu kenyamanan, keselamatan, dan aktivitas ekonomi dapat segera ditindaklanjuti.
Di wilayah Semarang Utara dan Mijen, kerusakan jalan lingkungan maupun jalan penghubung menjadi salah satu keluhan utama.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan berlubang dan membutuhkan perbaikan agar tidak membahayakan pengendara.
Warga juga mempertanyakan penyelesaian revitalisasi fasilitas publik, termasuk sarana lapangan olahraga yang dinilai belum tuntas.
Padahal, keberadaan fasilitas tersebut dibutuhkan masyarakat sebagai ruang berolahraga, berinteraksi, dan mengembangkan kegiatan positif.
Menanggapi aspirasi itu, Muhammad Afif menegaskan DPRD Jateng akan mendorong agar kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“Infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum adalah hak publik yang harus dipenuhi secara layak. Kami di DPRD Jateng akan mengawal aspirasi ini agar masuk dalam prioritas alokasi anggaran, sehingga keluhan warga di Semarang Utara dan Mijen mendapatkan solusi konkret dalam waktu dekat,” ujar Afif.
Selain persoalan infrastruktur, ancaman banjir di Kecamatan Genuk turut menjadi perhatian.
Warga meminta pemerintah tidak menunggu sampai hujan deras menyebabkan genangan meluas sebelum mengambil langkah penanganan.
Kondisi kawasan Genuk yang rawan banjir dipengaruhi sejumlah persoalan, mulai dari sedimentasi saluran air, drainase yang belum optimal, hingga penurunan muka tanah.
Ketika hujan turun, genangan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, merusak barang milik warga, serta menghambat kegiatan ekonomi.
Afif menilai penanganan banjir membutuhkan langkah terencana dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kota Semarang.
Pembenahan saluran air, pemeliharaan drainase, dan optimalisasi pompa perlu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir.
“Kawasan Genuk memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Normalisasi saluran air, pembersihan drainase secara berkala, serta penguatan sistem pompa air harus segera dieksekusi agar warga tidak lagi dihantui kecemasan setiap kali musim hujan tiba,” tegasnya.
Keluhan lain yang disampaikan warga berkaitan dengan belum meratanya Penerangan Jalan Umum (PJU).
Sejumlah titik permukiman masih minim pencahayaan, sementara beberapa lampu penerangan dilaporkan mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.
Jalan yang gelap pada malam hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.
Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran warga terhadap keamanan lingkungan.
Afif menyatakan akan meneruskan persoalan tersebut kepada Dinas Perhubungan dan instansi terkait agar titik-titik yang membutuhkan penerangan dapat didata dan ditindaklanjuti.
Tak hanya menyangkut fasilitas umum, masyarakat juga menyampaikan keresahan terhadap aksi tawuran remaja.
Peristiwa tawuran di kawasan Banyumanik yang menelan korban jiwa menjadi pengingat bahwa persoalan kekerasan di kalangan anak muda membutuhkan perhatian bersama.
Afif menyayangkan terjadinya kekerasan antarremaja yang berujung pada hilangnya nyawa.
Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku, disertai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kasus tewasnya remaja akibat tawuran di Banyumanik beberapa waktu lalu harus menjadi titik balik bagi kita semua. Penegakan hukum yang tegas dan menjerakan wajib ditegakkan. Namun, di sisi lain, pencegahan dari hulu juga penting—mulai dari pengawasan keluarga, keaktifan lembaga pendidikan, hingga pembinaan ruang-ruang positif bagi anak muda agar energi mereka tersalurkan secara tepat,” pungkas Afif.
Berbagai aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut menjadi catatan bagi Afif untuk ditindaklanjuti melalui fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD Jateng.
Masyarakat berharap persoalan jalan rusak, banjir, penerangan jalan, dan tawuran remaja tidak berhenti sebagai bahan pembicaraan, tetapi berujung pada langkah nyata dari pihak terkait. (lim)






