WONOGIRI | Kabarjateng.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 260 Desa Belikurip menggelar program edukasi bertajuk “Akuatani”, yaitu pemanfaatan galon bekas sebagai media budidaya ikan sekaligus tanaman hidroponik melalui sistem akuaponik.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Belikurip, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh Ibu-Ibu PKK Desa Belikurip dan digagas sebagai jawaban atas persoalan klasik di banyak desa: lahan pekarangan yang sempit namun kebutuhan pangan keluarga yang terus berjalan.
Lewat sistem akuaponik, warga bisa memelihara ikan dan menanam sayuran sekaligus dalam satu wadah galon bekas hemat tempat, ramah lingkungan, dan yang terpenting, murah karena memanfaatkan barang yang sudah ada di rumah.
Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi, di mana mahasiswa KKN menjelaskan konsep dasar sistem akuaponik, mekanisme kerja antara kolam ikan dan media tanam hidroponik, serta manfaatnya bagi kebutuhan pangan sehari-hari.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana Ibu-Ibu PKK diajak membuat instalasi akuaponik sederhana menggunakan galon bekas dan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi.
Ibu-ibu aktif mengajukan pertanyaan seputar perawatan sistem akuaponik, jenis ikan dan tanaman yang cocok digunakan, hingga cara mengatasi kendala teknis yang mungkin muncul.
Tingginya minat warga juga terbukti dari hasil kunjungan tindak lanjut yang dilakukan mahasiswa KKN ke beberapa rumah peserta, yang menunjukkan bahwa sistem akuaponik hasil pelatihan telah diimplementasikan secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing.
Sekretaris Pengurus PKK Desa Belikurip, Tatik, mengaku bersyukur atas kegiatan ini.
Menurutnya, ide semacam Akuatani sebenarnya sudah lama menjadi wacana program kerja PKK setempat, namun belum pernah benar-benar terwujud.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak KKN UNS yang sudah mengajarkan kami beberapa program kerja yang sangat bermanfaat, salah satunya Akuatani ini. Kami sangat antusias karena ini sebenarnya masih menjadi wacana program kerja PKK kami, tapi malah terlaksana berkat program kerja KKN UNS,” ujar Tatik.
Di sisi lain, harapan serupa juga disampaikan oleh Ayaa selaku Penanggung Jawab Program Kerja Akuatani dari mahasiswa KKN UNS Kelompok 260.
“Harapan kami sederhana semoga ilmu yang kami bagikan hari ini tidak hanya berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar dipakai dan dirawat oleh Ibu-Ibu di rumah masing-masing. Sebab ilmu itu baru terasa manfaatnya kalau terus dijalankan,” ujarnya.
Melalui program Akuatani ini, mahasiswa KKN UNS Kelompok 260 berharap dapat mendorong kemandirian pangan warga Desa Belikurip, sekaligus mengenalkan praktik pertanian dan perikanan modern yang praktis, murah, dan ramah lingkungan.
Program ini juga diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi oleh warga lain sebagai bagian dari upaya optimalisasi pekarangan rumah yang terbatas.
Kontributor: Mahasiswa KKN UNS Kelompok 260 Desa Belikurip






