Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Mural di Benteng Ambarawa Jadi Media Edukasi Lalu Lintas, 10 Seniman Ikut Berkolaborasi

badge-check


					Mural di Benteng Ambarawa Jadi Media Edukasi Lalu Lintas, 10 Seniman Ikut Berkolaborasi Perbesar

KABUPATEN SEMARANG | Kabarjateng.id — Pesan keselamatan berlalu lintas tidak selalu harus disampaikan melalui spanduk atau imbauan.

Polres Semarang memilih pendekatan berbeda dengan menggandeng 10 seniman untuk menyampaikan edukasi melalui karya mural.

Kolaborasi tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Polantas Bhayangkara ke-71.

Para seniman dari Komunitas Hanoman Art menuangkan pesan tertib dan aman berlalu lintas di kawasan wisata Benteng Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Proses pembuatan mural berlangsung selama tiga hari, yakni Senin (14/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026).

Sepuluh seniman yang terlibat merupakan anggota Komunitas Hanoman Art dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Mereka menggabungkan kreativitas seni dengan pesan-pesan yang berkaitan dengan keselamatan di jalan raya.

Mural yang dibuat tidak sekadar mempercantik kawasan wisata.

Setiap karya membawa pesan edukasi tentang pentingnya menaati aturan lalu lintas sekaligus menggambarkan peran Polisi Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut ditutup Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., bersama Kasat Lantas Polres Semarang AKP Raymond Daniel Titaheluw, S.Trk., S.I.K., M.M.

Heru memberikan apresiasi kepada para seniman yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, seni dapat menjadi sarana komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap melalui karya seni mural ini dapat menjadi salah satu wadah edukasi bagi masyarakat untuk semakin tertib dalam berlalu lintas, sehingga pada akhirnya dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan,” ujar Heru.

Ia menjelaskan, penyampaian pesan keselamatan melalui media kreatif dinilai dapat menarik perhatian masyarakat.

Terlebih mural tersebut berada di kawasan wisata yang dikunjungi berbagai kalangan.

Selain mengangkat keselamatan berlalu lintas, mural tersebut juga memperkenalkan sejumlah tugas dan bentuk pelayanan Polantas kepada masyarakat.

“Selain mengedukasi tentang tertib berlalu lintas, mural ini juga memberikan gambaran mengenai tugas-tugas Polisi Lalu Lintas dalam melayani masyarakat sehari-hari,” jelasnya.

Heru menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil perpaduan antara gagasan Polres Semarang dengan kreativitas para seniman Hanoman Art.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pesan edukasi yang tidak monoton dan lebih mudah diterima masyarakat.

“Gagasan yang kami punya dan ide seni yang sudah digagas para seniman bisa dipadukan dalam mural ini. Kami ingin pesan yang disampaikan tidak hanya sekadar tulisan, tetapi bisa menjadi karya yang menarik dan memiliki makna,” ungkapnya.

Pemilihan Benteng Fort Willem I Ambarawa sebagai lokasi mural juga mempertimbangkan karakter kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah dan edukasi.

Dengan berada di ruang publik, karya mural tersebut diharapkan dapat menjangkau pengunjung yang datang ke kawasan benteng.

Masyarakat tidak hanya menikmati suasana wisata, tetapi juga memperoleh pesan mengenai keselamatan berkendara.

“Kenapa kegiatan dilaksanakan di Benteng, tentunya akan memberikan pemahaman sekaligus edukasi kepada para pengunjung di lokasi wisata ini,” kata Heru.

Sementara itu, Manager Operasional Benteng Fort Willem I Ambarawa, Harmun Fasil, menyambut positif kolaborasi tersebut.

Ia menilai pesan tertib berlalu lintas yang dituangkan dalam karya seni sejalan dengan fungsi Benteng Fort Willem I sebagai kawasan wisata edukasi dan sejarah yang terbuka bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang digagas Polres Semarang dalam rangka HUT Polantas Bhayangkara ke-71. Benteng Fort Willem I ini merupakan lokasi wisata edukasi tentang sejarah dan terbuka untuk umum,” ujar Harmun.

Menurut Harmun, kehadiran mural edukasi lalu lintas dapat menjadi tambahan informasi bagi pengunjung.

Kolaborasi antara kepolisian dan komunitas seni juga menghadirkan bentuk edukasi yang lebih kreatif di kawasan wisata.

“Ini sejalan dengan peran Benteng Fort Willem I yang terbuka untuk umum sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk edukasi tentang tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jateng Raih Peringkat Tiga Layanan Investasi Nasional, Ahmad Luthfi Dorong Strategi Jemput Bola

17 September 2026 - 13:08 WIB

Unwahas Rancang Alat Peraga Sirkumsisi, Tekan Ketergantungan Produk Impor

17 September 2026 - 12:40 WIB

Berawal dari Teguran, Keributan Rombongan Punk di Tengaran Berakhir Damai

17 September 2026 - 09:05 WIB

Soroti Penghentian KKMP Sampangan, Dr. Edi Pranoto: Koperasi KDMP Harus Kembali ke Kedaulatan Anggota, Bukan Etalase Korporasi

16 September 2026 - 19:19 WIB

Hari Ozon Sedunia, Bandara Ahmad Yani Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan

16 September 2026 - 18:12 WIB

Sambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, Kodim Batang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

16 September 2026 - 17:57 WIB

Trending di Daerah