Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Lukman Muhajir Dorong IGI Jateng Perkuat Advokasi dan Edukasi Hukum

badge-check


					Lukman Muhajir Dorong IGI Jateng Perkuat Advokasi dan Edukasi Hukum Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Perlindungan hukum bagi guru dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme pendidik.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Lukman Muhajir setelah dipercaya sebagai Dewan Pembina Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan Lukman dalam pelantikan Pengurus Wilayah IGI Jawa Tengah periode 2026-2031 di Kampus STEKOM Semarang, Minggu (13/9/2026).

Lukman Muhajir, S.H., M.H., yang juga berprofesi sebagai advokat, menyatakan siap berkontribusi melalui penguatan advokasi, konsultasi serta edukasi hukum bagi guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, tugas guru tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar.

Para pendidik juga membutuhkan pemahaman mengenai hak, kewajiban serta aspek hukum yang melekat dalam pelaksanaan profesinya.

“Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa. Karena itu, guru juga harus mendapatkan ruang yang aman, bermartabat dan terlindungi secara hukum ketika menjalankan tugas profesionalnya,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan advokasi hukum di lingkungan organisasi profesi sebaiknya tidak hanya bergerak ketika anggota sudah menghadapi persoalan hukum.

Pendekatan pencegahan melalui konsultasi dan edukasi justru perlu diperkuat agar guru memahami langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugasnya.

“Advokasi hukum yang baik bukan hanya hadir ketika seseorang sudah berhadapan dengan persoalan hukum. Advokasi yang ideal justru dimulai sebelum persoalan itu terjadi, melalui edukasi, konsultasi dan peningkatan kesadaran hukum,” kata Lukman.

Menurut dia, IGI Jawa Tengah dapat mengembangkan program konsultasi dan pendampingan hukum yang terstruktur bagi anggota maupun pengurus.

Materi edukasi dapat mencakup hak dan kewajiban guru, batas kewenangan dalam pendidikan, etika profesi, perlindungan profesi hingga persoalan penggunaan media sosial.

Selain itu, pemahaman mengenai perlindungan data pribadi dan berbagai potensi persoalan hukum di lingkungan sekolah juga dinilai penting diberikan secara berkala.

Dorong Pelajar Sadar Hukum
Perhatian Lukman tidak hanya ditujukan kepada guru.

Ia juga mendorong IGI Jawa Tengah memperluas edukasi hukum kepada peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang memahami hak dan kewajiban serta mampu bertindak secara bertanggung jawab.

Program seperti “Pelajar Sadar Hukum” dapat menjadi salah satu langkah yang dikembangkan melalui seminar, diskusi, penyuluhan dan literasi digital.

Materinya dapat diarahkan pada pencegahan perundungan, kekerasan di sekolah, etika bermedia sosial hingga pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari penyalahgunaan teknologi digital.

“Jangan menunggu anak-anak kita berhadapan dengan hukum baru kemudian kita memberikan pendidikan hukum. Kesadaran hukum harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya.

Lukman berharap program tersebut dapat menjangkau sekolah dan pelajar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Untuk merealisasikannya, ia mendorong kolaborasi antara IGI dengan advokat, akademisi, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, orang tua serta pemangku kepentingan lainnya.
Bangun Kolaborasi Pendidikan dan Hukum

Lukman melihat perkembangan teknologi dan media sosial turut membuat tantangan dunia pendidikan semakin kompleks.

Kondisi tersebut membutuhkan peningkatan literasi hukum agar guru mampu memahami persoalan yang muncul secara proporsional serta mengambil langkah sesuai aturan.

“Hukum jangan hanya dipahami ketika sudah terjadi masalah. Hukum harus hadir sebagai pengetahuan, sebagai perlindungan dan sebagai instrumen untuk membangun kehidupan pendidikan yang tertib, aman dan berkeadilan,” ungkapnya.

Sebagai Dewan Pembina IGI Jawa Tengah, Lukman berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi agar semakin profesional, solid dan memberikan manfaat nyata bagi para guru.

Ia juga mengajak seluruh anggota IGI membangun budaya organisasi yang menjunjung integritas, profesionalitas, solidaritas, kepedulian serta kesadaran hukum.

Dengan penguatan tersebut, IGI Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan profesi guru, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan perlindungan bagi anggotanya dalam menjalankan tugas pendidikan. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Babinsa Tirtomoyo Hadiri Peletakan Batu Pertama Mushola KH Hamid Dimyathi

14 September 2026 - 12:39 WIB

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Lahan Perhutani Kedungbanteng

14 September 2026 - 12:32 WIB

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kedungbanteng, Polisi Lakukan Pemeriksaan

14 September 2026 - 11:53 WIB

Panen Tembakau Wonosobo Meningkat, Amir Masduki Soroti Ketepatan Sasaran DBHCHT

14 September 2026 - 10:58 WIB

MTQ Nasional XXXI Jadi Momen Berburu Oleh-Oleh Khas Jateng, Ini Lokasinya

14 September 2026 - 10:50 WIB

Agustina Dorong Alun-Alun Semarang Jadi Pusat Budaya

14 September 2026 - 09:25 WIB

Trending di Kabar Semarang