SEMARANG | Kabarjateng.id – Gemerlap pembukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang berakhir, tetapi pekerjaan pemerintah belum selesai.
Begitu ribuan peserta dan masyarakat meninggalkan lokasi, petugas kebersihan langsung bergerak.
Sampah yang berserakan di sejumlah titik segera dikumpulkan dan diangkut.
Langkah cepat tersebut dilakukan Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkot Semarang untuk memastikan kawasan pusat kota kembali bersih setelah digunakan untuk acara berskala nasional.
Pembersihan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Sejumlah ruas jalan menjadi sasaran pembersihan, terutama kawasan yang sebelumnya dipadati masyarakat dan peserta pembukaan MTQ.
Jalan Pahlawan menjadi salah satu titik dengan aktivitas paling ramai.
Ribuan siswa sebelumnya berkumpul di kawasan tersebut untuk mengikuti kegiatan bernyanyi bersama Mars MTQ.
Petugas mulai bekerja sekitar pukul 23.29 WIB dengan menyisir Jalan Pahlawan dan Jalan Pleburan.
Pembersihan kemudian berlanjut ke Jalan Pahlawan Mugasari dan Jalan Imam Barjo sekitar pukul 00.03 WIB.
Sekitar pukul 00.38 WIB, petugas melanjutkan penyisiran hingga kawasan Patung Kerbau, Jalan Simpang Lima Mugasari, Semarang Selatan.
Hingga pukul 01.00 WIB, kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima beserta sejumlah ruas jalan di sekitarnya telah kembali bersih.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pembersihan cepat menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama MTQ Nasional berlangsung.
DLH Kota Semarang menyiagakan 20 personel. Lima petugas ditempatkan di Lapangan Simpang Lima bersama DPKP, sementara 15 personel lainnya menyisir kawasan luar.
Penyisiran dilakukan mulai Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, sejumlah venue MTQ, hingga kawasan kuliner yang menjadi titik aktivitas masyarakat.
Untuk mendukung proses tersebut, DLH mengerahkan dua kontainer dan dua dump truck. DPKP turut menyiapkan tiga dump truck.
Dengan kemampuan angkut sekitar lima ton setiap kendaraan, total kapasitas armada yang disiapkan mencapai sekitar 35 ton.
“Begitu kegiatan selesai, penanganan sampah langsung dilakukan. Jangan sampai kemeriahan acara meninggalkan persoalan kebersihan,” kata Agustina di Simpang Lima, Sabtu (12/9/2026) malam.
Menurutnya, kebersihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah.
Apalagi, rangkaian MTQ Nasional XXXI masih berlangsung hingga 20 September 2026.
Aktivitas peserta, kafilah, panitia, tamu, pelaku usaha, dan masyarakat masih akan berlangsung di berbagai lokasi.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berkonsentrasi pada kawasan Simpang Lima.
Kebersihan juga menjadi perhatian di venue perlombaan, area pameran, kawasan kuliner, serta lokasi yang menjadi pusat kegiatan kafilah dan masyarakat.
Agustina mengatakan, penanganan kebersihan dilakukan secara terpadu melalui koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
DLH dan DPKP berfokus pada kawasan Simpang Lima, sedangkan DPU menangani wilayah luar lingkar, termasuk saluran dan drainase.
“Ini bentuk kesiapan kita. Setelah massa bubar, petugas langsung menyisir dan mengangkut sampah supaya kawasan Simpang Lima dan sekitarnya kembali bersih,” ujarnya.
Agustina juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan menambah armada pengangkut.
Pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, serta kesadaran masyarakat dinilai sama pentingnya untuk menjaga kebersihan Kota Semarang selama gelaran MTQ.
“Kita tidak bisa hanya berpikir bagaimana mengangkut sampah sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam MTQ untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
“Pemerintah sudah menyiapkan petugas dan fasilitasnya. Tinggal kita bersama-sama menjaga. Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih,” pungkas Agustina. (dkp)






