SRAGEN | Kabarjateng.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Dukuh Grobogan, Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, menjadi ajang memperkuat kebersamaan masyarakat dengan pemerintah dan aparat keamanan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026) tersebut dihadiri sekitar 600 jamaah.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut mengikuti rangkaian acara, di antaranya Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Kasdim 0725/Sragen Mayor Cba Beni Yusdiantoro, jajaran Forkopimcam Karangmalang, tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen memaparkan beberapa program pembangunan yang tengah berjalan di Desa Guworejo.
Pemerintah daerah antara lain mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk pembangunan pohireng Grobogan dan sekitar Rp600 juta untuk pohireng Kedunggandu.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menjalankan program peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui perbaikan 14 rumah tidak layak huni (RTLH).
Kasdim 0725/Sragen Mayor Cba Beni Yusdiantoro mengatakan, peringatan Maulid Nabi memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah SAW.
Menurut dia, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat persaudaraan dan meningkatkan hubungan antara masyarakat dengan aparat.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama dan semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat,” katanya.
Beni menambahkan, kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan oleh aparat semata. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat melalui komunikasi serta kerja sama yang berkelanjutan.
Ia memastikan TNI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, termasuk mendukung kegiatan sosial dan berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi warga.
Di sisi lain, Ustaz Dr. Agus Budiarto, M.Ag., dalam ceramahnya mengingatkan jamaah agar tidak hanya berfokus pada pembangunan secara fisik.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia juga harus mendapat perhatian melalui penguatan pendidikan agama dan pembinaan akhlak.
“Pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik. Pembinaan batin dan akhlak masyarakat juga harus berjalan agar kemajuan yang dicapai memiliki landasan moral,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat gotong royong di lingkungan masing-masing. (ar)






