BOYOLALI | Kabarjateng.id – Alun-Alun Kidul Kompleks Pemerintah Kabupaten Boyolali dipenuhi masyarakat pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Sekitar 2.500 penonton datang menyaksikan pertunjukan Keroncong Svaranusa 2026 yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Irama.
Untuk memastikan acara berjalan tertib, Polres Boyolali menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra bersama Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih dan jajaran pejabat utama turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan.
Pertunjukan musik tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB hingga 21.50 WIB.
Acara merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali.
Rangkaian pertunjukan diawali penampilan kelompok keroncong lokal, kemudian dilanjutkan grup keroncong Joharini asal Yogyakarta.
Setelah itu, acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Nuansa seni tradisional semakin terasa melalui penampilan Tari Topeng Ireng yang dibawakan Duta Seni Pelajar Boyolali.
Sejumlah pejabat juga menyampaikan sambutan, di antaranya Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana serta Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahenda.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Fajar menilai konsistensi pelaksanaan Svaranusa selama lima tahun menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga keberadaan musik keroncong sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sehingga keroncong tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga semakin dekat dengan generasi muda dan memperoleh pengakuan yang lebih luas sebagai kekayaan budaya Indonesia.
Menurutnya, manfaat acara juga tidak berhenti pada pertunjukan seni. Kehadiran stan kuliner dan produk UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal Boyolali untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat.
Ahmad Mahenda turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Svaranusa 2026.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat kembali nilai-nilai budaya, kreativitas, serta ekspresi seni masyarakat.
Panggung utama kemudian dimeriahkan Orkestra Svaranusa yang tampil bersama sejumlah musisi dan penyanyi, yakni Fanny Soegi, Dhyo Haw, dan Ndarboy.
Acara juga diwarnai penyerahan album kompilasi Svaranusa 2026 secara simbolis.
Selain itu, dilakukan peluncuran Hari Keroncong Nasional yang diperingati setiap 1 Oktober.
Dari sisi keamanan, personel Polres Boyolali disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan penonton sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
Pengamanan juga diarahkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Hingga pertunjukan selesai sekitar pukul 21.50 WIB, kegiatan berlangsung tanpa gangguan berarti. Ribuan penonton dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. (ar)






