Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Sekda Jateng Minta Sekolah Rakyat Punya Jalur Lanjutan hingga Perguruan Tinggi

badge-check


					Sekda Jateng Minta Sekolah Rakyat Punya Jalur Lanjutan hingga Perguruan Tinggi Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mendorong agar lulusan Sekolah Rakyat tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Menurutnya, perlu disiapkan jalur lanjutan berupa pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi agar para lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Gagasan tersebut disampaikan Sumarno saat menghadiri pembukaan Turnamen Tenis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah di Lapangan Tenis Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Jumat (28/8/2026).

Sumarno menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Namun, keberhasilan program tersebut menurutnya perlu diperkuat dengan kepastian mengenai masa depan para siswa setelah menamatkan pendidikan menengah.

Ia berharap sejak awal sudah ada perencanaan mengenai kuota maupun mekanisme penerimaan alumni Sekolah Rakyat di perguruan tinggi.

Dengan demikian, mereka tidak harus bersaing tanpa skema khusus ketika hendak melanjutkan pendidikan.

“Kalau nanti lulus, kompetisinya bersamaan dengan yang lain belum tentu nanti memberi kesempatan. Padahal itu harus ada porsi. Ini alumni Sekolah Rakyat nanti ada kuota berapa,” ujar Sumarno.

Menurut Sumarno, perguruan tinggi di Jawa Tengah dapat mengambil bagian dalam merancang pola keberlanjutan tersebut.

Pendidikan vokasi dan politeknik dinilai menjadi salah satu pilihan karena pembelajarannya dapat diarahkan pada penguasaan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Ia menyebut Jawa Tengah sebelumnya telah memiliki program dengan konsep yang hampir serupa melalui SMK Negeri Jawa Tengah.

Program tersebut memberikan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu sekaligus membekali mereka dengan keterampilan agar dapat memasuki dunia kerja setelah lulus.

“Di Jawa Tengah sebenarnya embrionya sudah ada. Kami untuk siap kerja, sedangkan Sekolah Rakyat ini kalau saya melihat belum sampai ke siap kerja. Berarti harus ada lebih lanjut supaya siap kerja, mungkin nanti di politeknik dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, mengatakan perguruan tinggi dapat menjadi tahap lanjutan bagi alumni Sekolah Rakyat.

Pendidikan tinggi, menurutnya, dapat memperkuat keahlian yang telah diperoleh siswa pada jenjang sebelumnya.

Ia menilai lulusan SMA maupun SMK masih perlu mendapatkan pengembangan kompetensi agar lebih mampu memenuhi kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika).

“Di situlah pendidikan tinggi mengambil peran untuk meneruskan tongkat estafet tersebut, memberikan banyak sekali keahlian sesuai dengan bidang yang diminati,” katanya.

Aisyah juga mengingatkan pentingnya memilih program studi berdasarkan kebutuhan pasar kerja.

Langkah tersebut diperlukan untuk menekan terjadinya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan jenis pekerjaan yang tersedia.

“Jadi kita bicara pada jenjang S1 saja agar tidak menambah pengangguran, tidak menambah mismatch,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mismatch terjadi ketika bidang keahlian atau kompetensi seseorang tidak sejalan dengan kebutuhan pekerjaan.

Ada pula mismatch vertikal, yaitu kondisi ketika jenjang pendidikan seseorang tidak sebanding dengan posisi pekerjaan maupun imbalan yang diperoleh.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah siap mendorong kerja sama antarperguruan tinggi swasta.

Kolaborasi itu diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi alumni Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan.

“Kita berkolaborasi antarsemua PTS yang ada di Wilayah VI Jawa Tengah, baik itu universitas, politeknik, sekolah tinggi, maupun akademi komunitas untuk menampung lulusan-lulusan Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

UNWAHAS Terapkan Smart Farming IoT untuk Dorong Hasil Melon Hidroponik

29 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Jateng Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Pengelolaan Sampah

29 Agustus 2026 - 11:19 WIB

SMP Negeri 1 Bumiayu Meriahkan Pembukaan Gebyar Bumiayu Fear 2026 dengan Tari Nusantara

29 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Terpeleset ke Jurang Saat Cari Reptil Malam Hari, Pemuda Dievakuasi dari Curug Lawe

29 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Polda Jateng Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Saat Ada Aksi Penyampaian Aspirasi

29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Gebyar Bumiayu Fair 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM dan Ekonomi Warga Brebes Selatan

28 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Trending di Daerah