BREBES | Kabarjateng.id – SMP Negeri 1 Bumiayu turut berpartisipasi memeriahkan pembukaan Gebyar Bumiayu Fear (GBF) 2026 yang digelar di Lapangan Asri Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jumat (28/8/2026).
Gebyar Bumiayu Fear berlangsung mulai 28 Agustus hingga 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi wahana informasi, promosi, hiburan, serta ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati berbagai potensi lokal.
Pembukaan GBF ditandai dengan pemotongan untaian pita oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., didampingi anggota DPRD Kabupaten Brebes, H. Nur Endro, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Brebes, H. Indra Kusuma, S.Sos., Ketua Panitia Edi Riyanto, S.H., M.H., jajaran panitia, Forkopimcam Bumiayu, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum prosesi pemotongan pita, rombongan disambut penampilan Tari Cucuk Lampah yang dibawakan oleh siswi SMP Negeri 1 Bumiayu.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya tradisional kepada masyarakat.
Tari Cucuk Lampah dikenal sebagai tarian yang memiliki fungsi simbolis dalam prosesi penyambutan.
Dalam konteks kegiatan tersebut, penampilannya menjadi representasi penghormatan kepada tamu sekaligus pembuka rangkaian acara.
Rangkaian pembukaan GBF diawali dengan kirab dari Pendopo Bumiayu menuju Lapangan Asri Bumiayu.
Wakil Bupati Brebes bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Kabupaten Brebes, Kadin, Forkopimcam Bumiayu, panitia, dan peserta lainnya mengikuti kirab dengan berjalan kaki.
Suasana kirab semakin semarak dengan penampilan Marching Band Gita Dwija Nagara, kesenian tradisional Calung Rajawali Paramesti, serta Batik Karnival yang melibatkan siswa-siswi SMP Negeri 1 Bumiayu.
Berbagai penampilan tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di sepanjang rute kirab.
Kehadiran pelajar SMP Negeri 1 Bumiayu juga memberikan warna tersendiri melalui perpaduan seni tradisional, musik, dan kreativitas dalam balutan busana batik.
Tidak berhenti pada rangkaian kirab, siswa SMP Negeri 1 Bumiayu kembali tampil di panggung utama.
Mereka menyuguhkan tarian Nusantara dengan gerakan yang dinamis dan menampilkan keberagaman seni budaya Indonesia.
Penampilan dilanjutkan dengan kesenian tradisional Calung Rajawali Paramesti.
Musik dan permainan calung yang enerjik menghidupkan suasana panggung utama serta menghibur masyarakat yang hadir.
Plt. Kepala SMP Negeri 1 Bumiayu, Irham Farihi, S.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan sekolah dalam GBF merupakan bentuk dukungan sekaligus partisipasi aktif pelajar dalam kegiatan masyarakat.
“Keikutsertaan kami dalam GBF menjadi kesempatan bagi siswa untuk tampil, berkreasi, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap seni, budaya, dan lingkungan sosialnya,” ujarnya.
Sementara itu, Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Bumiayu, Johan Burhanuddin, S.Pd., menilai keterlibatan siswa dalam GBF memberikan pengalaman positif dalam membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya.
“Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar tampil, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman budaya. Kami berharap pengalaman ini menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka,” ungkapnya.
Partisipasi SMP Negeri 1 Bumiayu dalam pembukaan GBF menjadi salah satu bentuk keterlibatan pelajar dalam kegiatan masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan seni, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Sementara itu, GBF 2026 menghadirkan beragam kegiatan dan hiburan bagi masyarakat. Di antaranya pasar raya usaha kecil dan menengah (UKM), kuliner tradisional, berbagai wahana permainan, permainan anak dan keluarga, aneka produk lokal, serta panggung hiburan rakyat.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, GBF diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka.
Pelaksanaan GBF hingga 12 September 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Bumiayu, sekaligus mengangkat potensi ekonomi, seni, budaya, dan kreativitas masyarakat setempat dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (wb)






