BOYOLALI | kabarjateng.id – Kebakaran melanda sebuah bangunan dapur milik warga di Dukuh Blagung RT 03/RW 01, Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Minggu (9/8/2026).
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan sisa bara dari tungku kayu yang digunakan sehari sebelumnya.
Bangunan dapur diketahui terbakar sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah, Zaenal (70), sedang bepergian bersama keluarganya ke wilayah Tulung, Kabupaten Klaten.
Informasi mengenai kebakaran itu diterima Zaenal dari tetangganya ketika dirinya masih dalam perjalanan.
Setelah urusannya di Tulung selesai, ia langsung pulang dan mendapati dapur yang berada di belakang rumah utama sudah dalam kondisi hangus.
Berdasarkan pemeriksaan awal petugas Polsek Simo, bangunan tersebut menggunakan material yang mudah terbakar.
Dinding dapur terbuat dari papan kayu, sedangkan bagian rangka atap menggunakan kayu dan bambu dengan penutup genting.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan bangunan dapur mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Dari keterangan yang dihimpun petugas, sehari sebelum kebakaran atau Sabtu (8/8/2026), Zaenal bersama beberapa warga memasak menggunakan tungku kayu di dapur tersebut.
Usai kegiatan memasak, sisa kayu yang masih menyala dimasukkan ke dalam abu. Setelah itu, dapur ditinggalkan. Diduga masih terdapat bara yang belum benar-benar mati.
Pada Minggu pagi, Zaenal bersama keluarganya meninggalkan rumah. Ketika perjalanan menuju Tulung, ia kemudian memperoleh kabar bahwa bangunan dapurnya terbakar.
Petugas menduga bara yang tersisa dari tungku kembali menyala.
Api kemudian merambat ke bagian bangunan dapur yang mayoritas menggunakan kayu dan bambu sehingga api dengan cepat membesar.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Simo mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan pendataan kerugian serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H., mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan sisa bara api setelah menggunakan tungku berbahan bakar kayu.
“Setelah memasak, pastikan seluruh api dan bara benar-benar sudah mati. Bara yang terlihat tertutup abu belum tentu sepenuhnya padam dan masih berpotensi menimbulkan api,” katanya.
Ia juga meminta warga memeriksa kondisi dapur sebelum meninggalkan rumah, terutama setelah menggunakan tungku, kompor maupun peralatan lain yang menghasilkan panas.
“Kewaspadaan menjadi hal penting untuk mencegah kebakaran. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya. (ar)






