BOYOLALI | kabarjateng.id – Musim kemarau yang melanda wilayah Boyolali Utara mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Ratusan keluarga di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, kini menghadapi kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat sejumlah sumber air dan sumur warga mulai mengering.
Sedikitnya 550 kepala keluarga yang tersebar di Dukuh Bogor Kopen, Dukuh Bogor Krajan, dan Dukuh Tempuran menjadi penerima bantuan air bersih dari Kodim 0724/Boyolali bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali.
Sebanyak enam tangki air bersih didistribusikan pada Selasa (4/8/2026) sebagai langkah tanggap darurat menghadapi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.
Pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait agar distribusi air bersih dapat menjangkau wilayah lain yang membutuhkan.
Menurutnya, TNI akan selalu hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk saat terjadi krisis air bersih akibat musim kemarau.
Sementara itu, warga Desa Bojong, Purwantoro, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir banyak sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus membeli air bersih, sedangkan lainnya berupaya mencari sisa air dengan menggali dasar sungai yang telah mengering.
Melalui penyaluran bantuan ini, Kodim 0724/Boyolali juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan mengutamakan kebutuhan pokok agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal hingga kondisi sumber air kembali pulih. (ar)






