Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Kebakaran Lahan di Brebes Jadi Sinyal Bahaya, Polda Jateng Serukan Gerakan Cegah Karhutla

badge-check


					Kebakaran Lahan di Brebes Jadi Sinyal Bahaya, Polda Jateng Serukan Gerakan Cegah Karhutla Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Kebakaran lahan di kawasan Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi di tengah musim kemarau.

Berkat tindakan cepat personel Sat Samapta Polres Brebes, api berhasil dijinakkan sebelum meluas dan membahayakan kawasan sekitar.

Kejadian tersebut berawal dari laporan masyarakat yang melihat kobaran api di area persawahan dekat ruas tol.

Petugas yang tiba di lokasi mendapati api telah membakar vegetasi kering dan menghasilkan asap tebal.

Cuaca panas serta angin yang bertiup cukup kencang membuat api berpotensi menyebar lebih cepat.

Untuk mengendalikan situasi, petugas mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

Setelah dilakukan penyemprotan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke area yang lebih luas.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengatakan insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan karhutla.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran lahan, sampah, maupun sisa tanaman saat musim kemarau.

Menurut Artanto, berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Tengah saat ini memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.

Kondisi udara yang kering, suhu tinggi, dan embusan angin membuat lahan maupun semak-semak sangat mudah terbakar.

“Api yang terlihat kecil bisa berubah menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat. Karena itu, hindari segala bentuk pembakaran lahan demi keselamatan bersama,” kata Artanto, Minggu (26/7).

Data Polda Jawa Tengah menunjukkan, sepanjang 1–11 Juli 2026 tercatat 16 kejadian kebakaran lahan di sejumlah kabupaten dan kota.

Sebagian besar insiden terjadi pada siang hingga sore hari ketika suhu udara berada pada titik tertinggi.

Lahan tebu menjadi area yang paling banyak mengalami kebakaran, terutama di wilayah Kudus, Pati, Sragen, dan Batang.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di lahan kosong, tempat pembuangan sampah, fasilitas umum, hingga kawasan hutan Perhutani di Kabupaten Karanganyar.

Salah satu kejadian di Kabupaten Batang bahkan mengakibatkan korban jiwa akibat kelalaian saat membakar lahan tebu.

Total kerugian materi dari berbagai peristiwa kebakaran tersebut mencapai lebih dari Rp649 juta.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Jateng telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli di daerah rawan, memperkuat pemantauan titik api, serta menjalin sinergi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Polda Jateng juga mengajak seluruh warga agar segera melapor apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Upaya mencegah kebakaran tidak bisa dilakukan aparat saja. Peran aktif masyarakat sangat menentukan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman selama musim kemarau,” tutup Artanto. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Seleksi Beasiswa Pesantren Pemprov Jateng Masuki Tahap Akhir, 15 Santri Dipastikan Kuliah ke Luar Negeri

27 Juli 2026 - 07:55 WIB

SPKT Polda Jateng Tingkatkan Kualitas Layanan, Masyarakat Apresiasi Pelayanan Cepat dan Transparan

27 Juli 2026 - 07:13 WIB

Raih Gelar Doktor, KH Abdurrosyid Kembangkan Kurikulum PAI Berbasis Moderasi Beragama

26 Juli 2026 - 22:47 WIB

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Festival Tongtek Kabumi Desa Bringin Jepara Berlangsung Meriah

26 Juli 2026 - 09:51 WIB

Asri FC Juara Wurja Cup Jilid I 2026 Usai Taklukkan PGRI Paguyangan FC 2-1 di Laga Final

26 Juli 2026 - 09:44 WIB

Trending di Daerah