Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Raih Gelar Doktor, KH Abdurrosyid Kembangkan Kurikulum PAI Berbasis Moderasi Beragama

badge-check


					Dr. KH. Abdurrosyid usai ujian promosi doktor di Kampus I Unwahas, Sampangan Semarang Perbesar

Dr. KH. Abdurrosyid usai ujian promosi doktor di Kampus I Unwahas, Sampangan Semarang

SEMARANG | kabarjateng.id – KH. Abdurrosyid resmi meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam ujian promosi doktor yang digelar di Kampus 1 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Sabtu (25/7/2026).

Melalui disertasinya, ia menawarkan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

Dalam penelitiannya, Abdurrosyid menitikberatkan pada penyusunan kurikulum PAI yang tidak hanya berfungsi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun sikap toleran, inklusif, dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menegaskan, keberhasilan penerapan moderasi beragama tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Ke depan kami siap berkolaborasi dengan guru PAI, pengawas PAI, serta para pegiat moderasi beragama untuk memperkuat moderasi beragama, baik di lingkungan sekolah formal maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Abdurrosyid, kerja sama tersebut dapat diperluas dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), hingga Kampung Moderasi Beragama agar implementasi program semakin efektif.

Riset yang dilakukannya di Kota Magelang menghasilkan modul ajar berbasis teori konstruktivisme.

Modul tersebut dinilai memiliki peluang untuk diterapkan di berbagai daerah, dengan penyesuaian terhadap kondisi sosial, budaya, serta karakteristik masyarakat setempat.

“Modul ajar hasil penelitian ini dapat diterapkan di berbagai daerah, bahkan pada tingkat nasional. Namun implementasinya tetap harus memperhatikan kearifan lokal, budaya setempat, serta isu-isu yang menjadi perhatian di masing-masing daerah,” jelasnya.

Selain fokus mengembangkan keilmuan di bidang kurikulum PAI, Katib Syuriah PCNU Kota Magelang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Selamat Magelang itu juga menyampaikan keinginannya untuk terus berkiprah di dunia akademik.

Ia menilai perguruan tinggi menjadi ruang strategis untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Akademisi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu saya berharap dapat terus mengembangkan keilmuan sekaligus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unwahas Semarang, Dr. KH. Iman Fadhilah, MSI, menilai disertasi Abdurrosyid memiliki nilai kebaruan yang kuat dan relevan dengan konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama RI.

Ia menyebut Abdurrosyid sebagai doktor ke-33 yang dilahirkan Unwahas dengan kajian yang dinilai menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya dalam memperkuat pendidikan agama yang moderat.

“Beliau doktor ke-33 di Universitas Wahid Hasyim. Novelty-nya bagus, kajiannya bagus tentang bagaimana moderasi beragama menjadi spirit, menjadi nilai, hingga diwujudkan dalam modul pembelajaran PAI di SMA,” katanya.

Iman juga menilai hasil penelitian tersebut berpotensi direplikasi di berbagai daerah yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, terutama untuk memperkuat pembelajaran PAI di jenjang SMA.

“Modul ini penting untuk disosialisasikan dan dikembangkan, khususnya bagi daerah yang masyarakatnya heterogen sehingga mampu memperkuat pemahaman Islam yang inklusif dan moderat,” ujarnya.

Menurutnya, konsep yang ditawarkan Abdurrosyid sejalan dengan semangat Islam sebagai agama yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam proses pembelajaran PAI sehingga mampu membentuk generasi yang toleran, menghargai perbedaan, dan menjaga kerukunan.

Sidang senat terbuka akhirnya menetapkan KH. Abdurrosyid lulus dan berhak menyandang gelar doktor.

Disertasinya diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat sekaligus memperkuat praktik moderasi beragama di berbagai daerah di Indonesia. (af)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

BNNP Jateng dan Pemkot Semarang Perkuat Gerakan ANANDA BERSINAR Cegah Narkoba Sejak Dini

26 Juli 2026 - 16:16 WIB

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Festival Tongtek Kabumi Desa Bringin Jepara Berlangsung Meriah

26 Juli 2026 - 09:51 WIB

Asri FC Juara Wurja Cup Jilid I 2026 Usai Taklukkan PGRI Paguyangan FC 2-1 di Laga Final

26 Juli 2026 - 09:44 WIB

Wali Kota Semarang Selidiki Kematian Harimau Putih Anggun di Semarang Zoo

26 Juli 2026 - 08:37 WIB

Polsek Adiwerna Gencarkan Edukasi Anti-Bullying, Ratusan Siswa SDN 1 Penarukan Diberi Pemahaman Sejak Dini

25 Juli 2026 - 21:18 WIB

Trending di Daerah