SEMARANG | kabarjateng.id – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan proses penanganan grill badan jalan di Jalan Pahlawan terus berjalan.
Meski suara benturan masih terdengar saat kendaraan melintas, kondisi tersebut dipastikan bukan berasal dari kerusakan struktur utama.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan telah dimulai sejak 25 Juni 2026 sebagai langkah pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan.
Menurutnya, fokus utama pekerjaan adalah memperkuat konstruksi penyangga grill yang sebelumnya mengalami korosi.
Rangka baja penyangga yang telah lapuk diganti dengan material baru, kemudian diperkuat menggunakan dudukan beton bertulang agar lebih kokoh dan tahan lama.
“Perbaikan kami dahulukan pada struktur penyangga. Balok baja yang mengalami korosi sudah diganti dan diperkuat dengan dudukan beton bertulang sehingga konstruksinya lebih stabil,” ujar Suwarto, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan, bunyi yang masih muncul ketika kendaraan melintas terjadi karena grating baja pengganti belum dipasang.
Saat ini, penutup sementara masih menggunakan grating lama sehingga gesekan dan benturan masih menimbulkan suara.
Sementara itu, grating baja baru masih dalam proses pembuatan di bengkel fabrikasi. Material tersebut diperkirakan tiba di Kota Semarang pada 20 Juli 2026 dan akan langsung dipasang begitu diterima.
“Kami memahami keluhan masyarakat terkait suara yang cukup mengganggu. Begitu grating baru tiba, pemasangan akan segera dilakukan agar permasalahan ini segera tuntas,” katanya.
DPU Kota Semarang juga akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh rangkaian pekerjaan selesai dan grill dapat berfungsi secara optimal.
Pemerintah berharap setelah grating baru terpasang, suara yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan dapat hilang sehingga kenyamanan dan keselamatan berkendara di Jalan Pahlawan semakin meningkat.
Selain itu, Pemkot Semarang mengapresiasi masyarakat yang aktif menyampaikan laporan melalui media sosial maupun kanal pengaduan resmi.
Masukan dari warga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang. (dkp)






