Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak

RSINU Demak Resmikan Poli SCCR, Hadirkan Layanan Terapi Regeneratif dan Riset Kanker

badge-check


					RSINU Demak Resmikan Poli SCCR, Hadirkan Layanan Terapi Regeneratif dan Riset Kanker Perbesar

DEMAK | Kabarjateng.id – Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak resmi menghadirkan layanan baru berupa Poli Stem Cell & Cancer Research (SCCR) melalui kerja sama dengan SCCR Indonesia.

Kehadiran poli ini menjadi langkah rumah sakit dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi medis modern sekaligus mendukung penelitian di bidang kanker.

Peresmian layanan tersebut diawali dengan workshop bertajuk Advance Stem Cells Secretome in Clinical Practice, kemudian dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur RSINU Demak, dr. Abdul Aziz, M.Kes., MKM (ARS), CPCCP, dengan Direktur SCCR Indonesia, dr. Rita Agustina, M.Biomed.

Kegiatan berlangsung di Hotel Amantis, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026), dan dihadiri tenaga kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan di bidang medis.

Direktur RSINU Demak, dr. Abdul Aziz, mengatakan pembukaan Poli SCCR semakin melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang kini memiliki 16 poli spesialis dan penunjang.

Menurutnya, kehadiran poli tersebut merupakan bentuk adaptasi RSINU Demak terhadap pesatnya perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam bidang terapi regeneratif yang terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan modern kini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan penyakit, tetapi juga menerapkan konsep 4P Medicine

Yakni Predictive Medicine untuk memprediksi risiko penyakit, Preventive Medicine guna mencegah penyakit, Personalized Medicine yang menyesuaikan terapi dengan kondisi masing-masing pasien, serta Participatory Medicine yang melibatkan pasien dalam proses pengambilan keputusan medis.

Lebih lanjut, dr. Aziz menerangkan bahwa terapi regeneratif berbasis stem cell bertujuan membantu tubuh memperbaiki sel, jaringan, maupun fungsi organ tertentu melalui pendekatan ilmiah yang terus dikembangkan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa terapi SCCR bukanlah metode penyembuhan instan maupun solusi untuk seluruh jenis penyakit.

Setiap tindakan medis tetap harus dilakukan berdasarkan indikasi yang tepat, didukung bukti ilmiah, melalui pertimbangan dokter, serta mengutamakan keselamatan pasien.

Terapi regeneratif dinilai memiliki potensi manfaat bagi pasien dengan kondisi tertentu, seperti gangguan sendi dan tulang, cedera jaringan, penyakit degeneratif, beberapa kasus penyakit autoimun, pemulihan pascastroke, hingga sebagai terapi pendukung pada beberapa jenis kanker sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan pedoman medis yang berlaku.

Selain memberikan pilihan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, RSINU Demak juga berharap keberadaan Poli SCCR dapat memperkuat budaya riset, inovasi, dan peningkatan mutu pelayanan.

Rumah sakit diharapkan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu kedokteran demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (arh)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polsek Wonosegoro Gerak Cepat Tangani Kebakaran Rumah Warga di Wonosamodro

11 Juli 2026 - 20:16 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Kalijurang Bersholawat dan Santuni 95 Anak Yatim-Piatu

11 Juli 2026 - 19:49 WIB

Layanan Publik di Sukoharjo Dipastikan Tetap Berjalan, Penunjukan Plt Bupati Tunggu Prosedur

11 Juli 2026 - 18:29 WIB

Ahmad Luthfi: Masa Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian, Tetap Berkontribusi untuk Masyarakat

11 Juli 2026 - 14:55 WIB

UNWAHAS Gelar Pharma-Speak V, Bahas Inovasi Penanganan Penyakit Infeksi Bersama Akademisi dan Industri Farmasi

11 Juli 2026 - 13:58 WIB

Nobar Perempat Final Piala Dunia 2026 di Koramil 06/Tersono Berlangsung Meriah, Spanyol Singkirkan Belgia

11 Juli 2026 - 12:56 WIB

Trending di Kabar Batang