Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dukung OTT KPK di Sukoharjo, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Korupsi

badge-check


					Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dukung OTT KPK di Sukoharjo, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Korupsi Perbesar

JAKARTA | Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sukoharjo.

Ia menegaskan, pemberantasan korupsi harus ditegakkan tanpa pandang bulu karena setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Luthfi mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Menurutnya, terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas sangat bergantung pada komitmen serta keteladanan seorang pemimpin.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa membangun clean and good government harus dimulai dari pemimpinnya. Seorang pemimpin wajib menjadi contoh dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh penyelenggara pemerintahan harus menjalankan kewenangan, mengelola anggaran, serta melaksanakan program kerja secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Luthfi berharap seluruh kepala daerah di Jawa Tengah menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam memimpin.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang dilakukan KPK.

“Saya mendukung penuh langkah KPK. Prinsipnya, semua orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi,” tegasnya.

Meski demikian, Luthfi memastikan proses hukum tersebut tidak boleh menghambat jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap memberikan pendampingan agar roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Jika seluruh persyaratan hukum telah terpenuhi, pemerintah akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) bupati sesuai mekanisme yang berlaku.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan. Pemerintah Provinsi akan mendukung agar penyelenggaraan pemerintahan di Sukoharjo tidak terganggu,” katanya.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (9/7/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak diamankan, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Informasi sementara menyebutkan OTT itu diduga berkaitan dengan kasus pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap perkara tersebut. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Terima SK Kepengurusan 2026–2031, LPER Semarang Raya Siapkan Program Pemberdayaan UMKM

15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Resmi Pimpin PWI Kabupaten Semarang, Rony Yuwono Tekankan Profesionalisme dan Solidaritas Wartawan

15 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Sungkem Orang Tua Sebelum Daftar Pilkades, Parsunto Siap Wujudkan Nyatnyono Mandiri dan Sejahtera

15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Tim URC Polres Brebes Tangkap Pria yang Diduga Bacok Istri, Mertua, dan Bayinya di Kota Tegal

14 Oktober 2026 - 21:59 WIB

14 Pengurus PWI Kabupaten Semarang Resmi Dilantik, Independensi Pers Jadi Penegasan Utama

14 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Lebih dari Sekadar Melihat, Mahasiswa Kedokteran UNDIP Hadirkan CLEARLY untuk Tingkatkan Kesadaran tentang Katarak

14 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Trending di KABAR JATENG