SEMARANG | Kabarjateng.id – Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia 2026, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mengadakan kegiatan bersih pantai serta pemantauan kawasan mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen dan karyawan bandara, warga sekitar, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan aksi diawali dengan pembersihan kawasan pesisir dari berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kelestarian ekosistem laut.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir sekaligus mengurangi dampak pencemaran yang dapat merusak ekosistem pantai dan laut,” ujarnya.
Selain membersihkan area pantai, peserta juga melakukan monitoring terhadap kawasan mangrove yang sebelumnya telah mendapat program penanaman dari pihak bandara.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan baik dan memberikan manfaat ekologis secara berkelanjutan.
Sulistyo menjelaskan, pada tahun 2025 Bandara Ahmad Yani telah menanam sekitar 7.000 bibit mangrove di kawasan Mangunharjo.
Saat ini, perkembangan tanaman tersebut terus dipantau guna mendukung keberhasilan program rehabilitasi pesisir.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi, menyerap emisi karbon, serta menjadi habitat berbagai jenis biota yang hidup di wilayah pesisir.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan, pihak bandara juga memberikan dukungan biaya perawatan kepada kelompok petani mangrove setempat.
Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lebih lama.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga upaya bersama yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” kata Sulistyo.
Mangunharjo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan pesisir di Kota Semarang yang menghadapi tantangan abrasi dan perubahan lingkungan.
Kehadiran hutan mangrove dinilai menjadi solusi alami yang efektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim. (liem)






