Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 15 Mei 2026 15:56 WIB

Endin Soefihara Soroti Transformasi Banser, Kini Jadi Organisasi Bergengsi dan Diminati Kaum Akademisi


					Endin Soefihara Soroti Transformasi Banser, Kini Jadi Organisasi Bergengsi dan Diminati Kaum Akademisi Perbesar

KAB SEMARANG, Kabarjateng.id – Senior Gerakan Pemuda Ansor, Endin AJ Soefihara, mengungkap perjalanan panjang perkembangan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang kini mengalami perubahan besar.

Jika pada masa lalu Banser kurang menarik minat dan bahkan masuk kategori organisasi kelas dua, saat ini banyak kalangan akademisi justru memilih bergabung.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Polri, Kamis malam (14/5/2026).

Sebagai aktivis GP Ansor sejak masa kepemimpinan Slamet Effendy Yusuf dan Muhammad Iqbal Assegaf, Endin melihat langsung perubahan besar dalam tubuh Banser dari masa ke masa.

Menurutnya, pada era 1970-an, Banser belum menjadi pilihan utama bagi para pemuda Ansor.

Banyak kader muda lebih memilih menjadi anggota Ansor tanpa masuk Banser karena mereka menilai organisasi itu kurang prestisius.

“Dulu kader Ansor sering memandang Banser sebelah mata. Banyak yang menganggap Banser hanya pelengkap dan tidak terlalu penting,” ujarnya.

Namun memasuki era 1990-an, kondisi berubah drastis. Banser mulai menarik perhatian luas dan justru menjadi pintu utama masyarakat mengenal GP Ansor.

“Sekarang banyak orang mengenal Ansor justru dari Banser. Ini menunjukkan perubahan yang sangat besar,” katanya.

Banser Kini Lebih Edukatif dan Berorientasi Kepemimpinan

Endin yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) menilai Banser saat ini tidak lagi identik hanya dengan baris-berbaris atau kegiatan semi militer semata.

Menurutnya, Banser modern berkembang menjadi organisasi kader yang lebih terdidik, spiritual, dan memiliki orientasi kepemimpinan yang kuat.

Banyak anak muda berpendidikan tinggi, termasuk kalangan akademisi, kini memilih masuk Banser karena mereka melihat organisasi ini sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Banser sekarang jauh lebih educated. Banyak insan akademis masuk karena mereka melihat nilai pendidikan dan pengabdian di dalamnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, GP Ansor membentuk kader Banser bukan sekadar menjadi kelompok pemuda dengan disiplin lapangan, tetapi juga menjadi calon pemimpin organisasi yang matang secara intelektual dan spiritual.

Menurut Endin, wajah GP Ansor saat ini sangat melekat dengan Banser.

Bahkan banyak elite Ansor lahir dari proses pendidikan Banser hingga akhirnya menduduki posisi kepemimpinan.

Pendidikan Banser Menjadi Bekal Menuju Kepemimpinan

Dalam proses kaderisasi, Banser memiliki jenjang pendidikan yang semakin terstruktur, mulai dari pendidikan dasar, latihan khusus, hingga Susbanpim sebagai tahap lanjutan.

Materi yang diberikan semakin luas, tidak hanya fisik dan orientasi lapangan, tetapi juga kepemimpinan, intelijen, birokrasi, hingga pemahaman tata kelola pemerintahan.

Endin menegaskan pendidikan kebanseran tidak boleh dipahami sebagai bentuk militerisasi pemuda, melainkan sebagai proses pembinaan kader yang lebih lengkap dan strategis.

Menurutnya, bekal tersebut sangat penting bagi kader yang kelak memimpin organisasi maupun berperan dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.

“Semua itu menjadi modal penting ketika nanti mereka menjadi pimpinan Ansor maupun pemimpin di masyarakat,” pungkasnya. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Sekolah Roboh di Sragen, Tiga Ruang Kelas Siap Bangun Ulang

15 Mei 2026 - 18:03 WIB

Tuntutan Berat terhadap Nadiem Dinilai Bisa Mengurangi Minat SDM Unggul Masuk Pemerintahan

15 Mei 2026 - 16:47 WIB

Wakil Ketua KPK Dorong Banser Jadi Pemimpin Berkarakter dan Antikorupsi

15 Mei 2026 - 13:43 WIB

Puluhan Ribu Umat Bakal Padati Borobudur, Waisak 2026 Jadi Magnet Wisata Religi

15 Mei 2026 - 13:04 WIB

Libur Nasional Jadi Momen Warga Kauman dan Satgas TMMD Percepat Pengecoran Jalan

15 Mei 2026 - 08:12 WIB

TMMD Kodim 0725/Sragen Tanam 500 Pohon Buah untuk Wujudkan Desa Hijau dan Sejahtera

14 Mei 2026 - 20:46 WIB

Trending di Daerah