BANYUMAS, Kabarjateng.id – Gelombang protes warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, memuncak pada Senin (11/5/2026).
Ratusan warga mendatangi kantor desa untuk menuntut Kepala Desa Banjaranyar, Robi Wibowo, segera turun dari jabatannya.
Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa yang dinilai tidak terbuka dalam mengelola pemerintahan desa serta diduga melakukan berbagai penyimpangan yang merugikan warga.
Sejak pagi, massa dari berbagai dusun berdatangan menggunakan sepeda motor dan mobil.
Mereka membawa pengeras suara, spanduk, dan poster berisi kritik keras terhadap kepemimpinan kepala desa.
Tulisan bernada protes tampak menghiasi lokasi aksi, seperti “Jere Ngerti Hukum Malah Melanggar Hukum”, “Lurahe Gawe Gaduh Ngrusak Banjaranyar”, hingga “Kamu Hanya Tebarkan Kebohongan Bukan Kemajuan”.
Massa Jaga Aksi Tetap Kondusif
Meski penuh emosi, aksi tetap berjalan tertib. Koordinator lapangan berulang kali mengingatkan peserta agar menjaga suasana tetap kondusif dan tidak terpancing provokasi.
Salah satu perwakilan massa dari atas mobil komando menegaskan bahwa perjuangan warga harus berlangsung damai tanpa keributan.
“Kalau ada yang sengaja membuat keributan, memancing konflik, atau melanggar aturan yang sudah disepakati, kami anggap sebagai penyusup dan langsung kami keluarkan dari lokasi aksi serta kami serahkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Warga Soroti Dugaan Penyimpangan
Tokoh masyarakat Banjaranyar, Ahmad Zawawi, menjelaskan aksi ini merupakan akumulasi keresahan warga yang sudah berlangsung cukup lama.
Menurutnya, banyak persoalan desa tidak kunjung selesai dan justru menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat.
Ia menyebut warga sebelumnya sudah melaporkan berbagai dugaan penyimpangan kepada Inspektorat Kabupaten Banyumas, namun masyarakat belum melihat hasil nyata.
“Kami meminta Bupati Banyumas segera turun tangan dan mengambil keputusan tegas dengan memberhentikan kepala desa,” ujar Ahmad.
Perwakilan warga lainnya, Frio Abidin dan Samid, juga menegaskan masyarakat sudah tidak lagi percaya terhadap kepemimpinan Robi Wibowo.
Mereka berharap kepala desa memilih mundur demi menjaga ketenangan desa.
Proyek Mangkrak Jadi Sorotan
Dalam aksi itu, warga membawa sedikitnya 14 tuntutan utama. Salah satu yang paling banyak disorot ialah sejumlah proyek pembangunan yang terbengkalai.
Warga menyoroti kolam renang desa yang mangkrak, lapangan desa yang tidak kunjung selesai, serta Pasar Indit yang hingga kini belum memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain proyek fisik, warga juga menyoroti dugaan penyalahgunaan pendapatan asli desa, mulai dari pengelolaan parkir kios BUMDes.
Kemudian penjualan tanah desa, penjualan material bekas Puskesmas, tunggakan PDAM, hingga dugaan setoran Pajak Bumi dan Bangunan warga yang belum masuk sebagaimana mestinya.
Kecamatan Janji Tindak Lanjuti
Camat Pekuncen, Dhany Budiarto, menyatakan pihak kecamatan menerima seluruh aspirasi masyarakat dan segera meneruskannya kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas.
“Kami akan mengawal persoalan ini secara serius dengan tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku. Selain itu, kami juga akan mengumpulkan bukti dan data pendukung agar prosesnya berjalan jelas,” katanya.
Aparat kepolisian bersama TNI mengawal jalannya aksi sejak awal hingga selesai. Demonstrasi berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan tanpa kericuhan. (wb)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.