Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 6 Mei 2026 12:15 WIB

Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman


					Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Tanah longsor yang terjadi di wilayah Kalialang, Kecamatan Gunungpati, mendorong Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turun langsung ke lokasi pada Selasa (5/5) untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman dan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik.

Kehadiran Agustina di tengah warga menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen pemerintah dalam menghadapi bencana.

Ia meninjau titik longsor, berdialog dengan warga, serta mengecek kondisi pengungsian agar seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Menurut Agustina, keselamatan warga menjadi prioritas utama yang harus segera dipastikan sebelum langkah penanganan lainnya dilakukan.

Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat agar masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi musibah tersebut.

“Yang utama adalah warga selamat dan merasa aman. Pemerintah harus hadir dan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi tanpa menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Empat Keluarga Mengungsi

Bencana longsor di Kalialang ini berdampak pada empat kepala keluarga dengan total 11 jiwa.

Sejak awal Mei, warga mulai meninggalkan rumah mereka secara bertahap karena kondisi tanah terus bergerak dan mengancam bangunan tempat tinggal.

Tim gabungan bersama aparat setempat segera membantu proses evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah Kota Semarang juga menyalurkan bantuan berupa logistik harian, makanan siap konsumsi, serta kebutuhan air bersih bagi warga yang mengungsi.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tempat pengungsian sementara dengan memanfaatkan fasilitas yang berada di sekitar lokasi agar warga tetap dapat beristirahat dengan nyaman selama masa penanganan berlangsung.

Koordinasi dan Pencegahan Jangka Panjang

Pemerintah Kota Semarang juga memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana karena kawasan longsor berada di wilayah Daerah Aliran Sungai yang membutuhkan penanganan lintas instansi.

Tidak hanya fokus pada kondisi darurat, Pemkot Semarang mulai menyusun langkah pencegahan jangka panjang.

Salah satunya melalui rencana pembangunan talud dan bronjong di titik rawan longsor untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor susulan.

Agustina meminta seluruh perangkat daerah terus siaga dan aktif memantau perkembangan di lapangan agar setiap potensi bahaya dapat segera ditangani.

Warga Bersyukur Tidak Ada Korban

Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, menyampaikan bahwa warga terdampak langsung mengungsi setelah kondisi tanah semakin memburuk.

Ia bersyukur karena kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, kerja cepat aparat dan pemerintah membantu warga merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi darurat tersebut. (day)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi dengan Kajari Baru demi Kawal Pembangunan yang Transparan

13 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polrestabes Semarang Sigap Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Brebes Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim, Perkuat Harapan dan Masa Depan Generasi Muda

12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Jawa Tengah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati

12 Mei 2026 - 11:19 WIB

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis