BOYOLALI, Kabarjateng.id — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas kloter pertama jemaah haji Embarkasi Solo di Donohudan, Selasa malam (21/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah dan Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, menyampaikan pesan tersebut saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan bahwa kekompakan menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar.
“Kekompakan menjadi hal utama yang harus dijaga,” ujarnya.
Ikuti Arahan dan Jaga Koordinasi
Gus Yasin mengingatkan jemaah agar selalu mematuhi arahan pembimbing serta mengikuti jadwal yang telah disusun.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian ibadah haji memiliki tahapan yang kompleks, sehingga jemaah perlu menjaga koordinasi dalam kelompok.
Ia meminta seluruh jemaah tidak berjalan sendiri-sendiri dan tetap bersama rombongan agar terhindar dari kendala selama di Tanah Suci.
Menurutnya, pembimbing ibadah memegang peran penting dalam memastikan kelancaran setiap tahapan.
Fokus pada Kesehatan dan Etika
Selain kekompakan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik.
Perjalanan ibadah haji berlangsung sekitar 40 hari, sehingga jemaah perlu menjaga stamina sejak awal keberangkatan.
“Jaga kesehatan sejak awal keberangkatan agar ibadah berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga sikap dan perilaku.
Jemaah asal Jawa Tengah diharapkan mampu mempertahankan citra positif jemaah Indonesia yang dikenal tertib dan santun.
Pemantauan Kesehatan Ketat
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan bahwa tim medis terus memeriksa kondisi calon jemaah, termasuk memastikan kelayakan dari sisi fisik dan mental.
Ia menyebut kondisi jemaah pada kloter pertama tergolong aman.
Namun, pada kloter berikutnya, tim medis merujuk beberapa jemaah ke rumah sakit dan melakukan observasi terhadap sebagian lainnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak langsung membatalkan keberangkatan. Tim medis melakukan penilaian khusus untuk menentukan kelayakan terbang.
“Harapannya, seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat dan kembali ke tanah air juga dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Pelayanan Haji Semakin Meningkat
Pembimbing ibadah kloter 3 asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto, menilai penyelenggaraan haji tahun ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
Ia menyoroti perbaikan pada distribusi kebutuhan jemaah, layanan administrasi, serta kejelasan alur keberangkatan.
“Pelayanan tahun ini lebih tertata dan memudahkan jemaah,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, melaporkan total jemaah haji tahun ini mencapai 34.122 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler, lansia prioritas, petugas haji daerah, serta pembimbing KBIH.
Penyelenggara memberangkatkan seluruh jemaah melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta.
Mayoritas kloter berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sebagian lainnya berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.
Kisah Haru Jemaah Lansia
Salah satu jemaah, Maliyah (75), warga Margasari, Kabupaten Tegal, mengaku bersyukur akhirnya dapat menunaikan ibadah haji setelah menunggu lebih dari satu dekade.
Meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit, ia tetap bersemangat berangkat.
“Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan bisa berangkat. Dulu mendaftar bersama suami, tapi beliau sudah meninggal. Sekarang saya berangkat dengan menantu,” tuturnya.
Tahun ini, data mencatat jemaah tertua asal Jawa Tengah berusia 94 tahun dari Kabupaten Kendal, sementara jemaah termuda berusia 13 tahun dari Kabupaten Magelang.
Kloter pertama dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pada pukul 01.05 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia menuju Madinah.
Untuk mendukung kelancaran, Embarkasi Solo kembali menghadirkan layanan Makkah Route yang mempercepat proses keberangkatan. Selain itu, petugas telah membagikan dan mengaktifkan kartu Nusuk sejak di embarkasi.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pelepasan tersebut, antara lain Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, serta jajaran penyelenggara haji dan tokoh masyarakat.







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.