SEMARANG, Kabarjateng.id – Konsep halal kini tidak hanya identik dengan kewajiban agama, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun terus mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi daerah.
Halal sebagai Standar Gaya Hidup Sehat
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa konsep halal berkaitan erat dengan prinsip thayyib atau baik dan menyehatkan.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sinkronisasi Target Sertifikat Halal di Gedung Grhadika Bakti Praja, Semarang, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, tren gaya hidup halal juga mulai berkembang di negara-negara Barat.
Kesadaran masyarakat global terhadap pola konsumsi sehat mendorong meningkatnya minat terhadap produk halal.
Dorongan untuk Pelaku Usaha
Taj Yasin mengajak pelaku usaha di Jawa Tengah segera mengurus sertifikasi halal produknya.
Ia menekankan bahwa proses pengurusan relatif terjangkau, dengan biaya sekitar Rp230 ribu melalui prosedur resmi.
Ia juga mengakui banyak pelaku usaha belum memahami mekanisme pengajuan sertifikasi.
Untuk itu, masyarakat bisa langsung mengakses layanan di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang kini hadir di Jawa Tengah.
Target 576 Ribu Sertifikat Halal
Pemprov Jawa Tengah menargetkan penerbitan 576.000 sertifikat halal.
Target ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota agar pelaku usaha di daerah semakin terdorong mengurus legalitas produknya.
Kabupaten Tegal menjadi salah satu contoh daerah yang menunjukkan komitmen tinggi.
Daerah tersebut berhasil melampaui target awal 18.000 sertifikat dan kini meningkatkan capaian menjadi 25.000 sertifikat halal.
Peran Pemda dan Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui sosialisasi yang melibatkan 35 kabupaten/kota, pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif dalam memfasilitasi sertifikasi halal.
Dukungan dapat diberikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, BUMD, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Langkah kolaboratif ini diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem halal yang kuat di Jawa Tengah.
Dukung Pariwisata dan Ekonomi Syariah
Taj Yasin menambahkan, arah pembangunan Jawa Tengah saat ini menitikberatkan pada sektor pariwisata dan ekonomi syariah.
Ketersediaan produk halal menjadi faktor penting untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Ia menegaskan bahwa konsep wisata ramah muslim tidak hanya mencakup fasilitas hotel, tetapi juga menjamin kehalalan makanan dan minuman yang tersedia.
Apresiasi dan Penguatan Ekosistem Halal
Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham, mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Tengah yang memberikan hibah lahan untuk pembangunan kantor perwakilan BPJPH.
Ia menilai langkah ini memperkuat pengembangan ekosistem halal di daerah.
Saat ini, capaian sertifikasi halal Jawa Tengah menempati peringkat kedua secara nasional.
Aqil menilai sertifikasi halal tidak hanya memberikan rasa aman bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar.
Menurutnya, produk bersertifikat halal memiliki nilai tambah dan peluang lebih besar menembus pasar ekspor karena memenuhi standar kualitas dan kesehatan.
Komitmen Bersama Percepat Sertifikasi
Dalam kegiatan tersebut, BPJPH menerima hibah secara simbolis dari Pemprov Jawa Tengah.
Selain itu, pemerintah provinsi bersama 35 kabupaten/kota juga menyepakati kerja sama untuk memperluas fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Melalui sinergi ini, diharapkan produk lokal Jawa Tengah semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.