UNGARAN, Kabarjateng.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pembukaan lapangan kerja baru dengan menyiapkan tenaga pemandu gunung profesional.
Pemerintah menangkap peluang dari meningkatnya tren wisata alam yang diminati masyarakat.
Melalui program Pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) 2026, Pemprov Jateng menggelar praktik lapangan di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, pada 17–18 April 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi daerah sekaligus pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Seleksi Ketat dan Pelatihan Intensif
Sebanyak 16 peserta lolos seleksi dari 250 pendaftar.
Mereka mengikuti tahap praktik setelah sebelumnya menjalani pembekalan teori di Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah.
Staf BLK Jasa dan Pariwisata Jateng, Hamid Adityawarman, menjelaskan bahwa pelatihan menggunakan sistem asrama selama 100 jam. Peserta mempelajari materi teori sekaligus praktik secara intensif.
“Program ini bertujuan mencetak pemandu gunung yang kompeten sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” jelasnya.
Sejalan Arah Kebijakan Pemerintah Provinsi
Program ini mendukung arah kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Pemerintah menetapkan fokus pembangunan bertahap, yakni infrastruktur pada 2025, swasembada pangan pada 2026, serta penguatan pariwisata dan ekonomi syariah pada 2027.
Untuk menjaga kualitas lulusan, penyelenggara menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kebutuhan Pemandu Masih Tinggi
Ketua APGI Jawa Tengah, Lazuardi, menilai kebutuhan pemandu gunung profesional masih sangat besar.
Ia mencatat sekitar 900 ribu pendaki mengunjungi 15 gunung di Jawa Tengah setiap tahun, sementara jumlah pemandu profesional baru sekitar 160 orang.
“Potensi wisata gunung sangat besar, tetapi jumlah pemandu masih jauh dari cukup. Ini peluang kerja yang menjanjikan,” tegasnya.
Ia juga menyebut lulusan pelatihan memiliki peluang kerja luas. Sejumlah peserta pelatihan tahun 2025 sudah bekerja di berbagai penyelenggara wisata alam.
Penghasilan Menjanjikan dan Kompetensi Lengkap
Pemandu gunung di Jawa Tengah mampu memperoleh penghasilan antara Rp350 ribu hingga Rp650 ribu per hari, tergantung durasi dan tingkat kesulitan pendakian.
Pelatihan ini membekali peserta dengan berbagai keterampilan, seperti pelayanan wisatawan, teknik mendirikan tenda.
Kemudian, navigasi, pengetahuan keanekaragaman hayati dan budaya, serta penerapan kode etik profesi.
Harapan Peserta untuk Naik Kelas
Salah satu peserta, Endang Pratiwi, melihat program ini sebagai peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
Selama ini ia bekerja sebagai porter lepas dan ingin naik tingkat menjadi pemandu profesional.
“Saya ingin berkembang dan menjadi pemandu, bukan hanya porter,” ujarnya.
Peserta lain, Mufni asal Belik, Pemalang, juga ingin memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk bekerja sekaligus berbagi pengalaman kepada para pendaki.
Melalui program ini, Pemprov Jateng tidak hanya mengembangkan sektor pariwisata, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.